Ekonomi Lambat, Holcim Optimalkan Potensi Peluang Pasar

Ekonomi Lambat, Holcim Optimalkan Potensi Peluang Pasar
Pabrik Semen Holchim di Tuban
kotatuban.com – Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dan ketatnya persaingan pasar, masih menjadi penyebab utama tertekannya harga jual semen di pasar. Untuk itu, Holcim Indonesia terus mengoptimalkan potensi untuk memperluas peluang bisnis selain mengantisipasi upaya pemerintah mengakselerasi realisasi proyek-proyek baik perumahan maupun infrastruktur yang tertunda.
Sementara itu, pertumbuhan kredit perumahan tercatat hanya mencapai 8% pada kuartal pertama tahun 2017 ini, lebih rendah dari prediksi 11% karena daya beli yang rendah. Sedangkan, pertumbuhan kredit perumahan pada kuartal kedua tahun 2017 diharapkan dapat mencapai 12% yang ditargetkan pada segmen menengah.
Menanggapi kondisi sulit yang menyebabkan penurunan kinerja sebagian besar industri, termasuk pelaku bisnis semen pada tahun 2016, Presiden Direktur Holcim Indonesia Gary mengatakan, kondisi dinamis yang tidak menentu masih menjadi alasan utama perusahaan untuk tetap waspada dan cekatan dalam memberikan nilai tambah bagi para pelanggan dan pemangku kepentingan. Industri bahan bangunan dan konstruksi masih berada dalam tekanan karena perlambatan perekonomian yang mempengaruhi daya beli pelanggan. Dengan demikian, peran Pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan memulihkan perekonomian.
”Kedepan, Holcim Indonesia terus berfokus dalam transformasi komersial untuk meningkatkan penjualan serta melayani kebutuhan pelanggan yang ada di dua pasar semen terbesar, yaitu Sumatra dan Jawa,” ungkapnya.
Menurutnya, perusahaan juga terus melakukan inisiatif-inisiatif efisiensi dan penurunan beban pada proses produksi, distribusi, keuangan dan meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif. Selain adanya tambahan kapasitas produksi dari pabrik semen yang ada di Lhoknga, Aceh, keberadaan Holcim di Sumatra diperkuat dengan operasional terminal semen di Lampung serta gudang semen baru di Palembang yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2018.
”Terminal semen di Lampung menjamin pasokan untuk melayani kebutuhan pasar lokal dengan total kapasitas 1 juta ton pertahun,” ujarnya.
Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan, Holcim baru saja menandatangani kesepakatan kerjasama dengan CIMB Niaga untuk peluncuran aplikasi gawai penjualan produk dan solusi Holcim yang telah tersedia bagi pengguna gawai Android. Pelanggan bisa mendapatkan produk dan solusi dari Holcim dengan mudah secara langsung, dimanapun dan kapanpun tanpa perlu datang ke toko bangunan. Aplikasi yang bernama Solusi RumahKu ini dapat diunduh di Google Play Store.
”Solusi RumahKu merupakan sebuah solusi untuk konstruksi rumah dan bangunan yang menyediakan layanan konsultasi rancang bangunan, bahan bangunan berkualitas, serta ahli bangunan bersertifikat dan pembiayaan bank di bawah satu atap,” tandasnya.
Menurutnya, pertumbuhan permintaan dalam waktu dekat diperkirakan masih sangat minim dan masih jauh dari yang diproyeksikan oleh ASI sebesar 5%. Untuk jangka panjang, Holcim Indonesia yakin bahwa potensi pertumbuhan yang dibutuhkan akan lebih besar dari kebutuhan jangka pendek.
“Kondisi pasar di Indonesia pada kuartal pertama 2017 masih sangat menantang. Untuk mengatasi dampak dari penundaan proyek serta munculnya pemain-pemain baru di industri semen, kami berusaha untuk berfokus kepada langkah-langkah efisiensi biaya dan transformasi komersial. Holcim memiliki keuntungan dengan memiliki jaringan terpadu serta layanan dan rangkaian produk yang beragam. Kami sangat siap untuk melayani pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda, mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur berskala besar dan pembangunan gedung bertingkat,” pungkas Gary. (duc)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.