Kroto Pengisi Pundi-Pundi Rupiah

Kroto Pengisi Pundi-Pundi Rupiah
Warsidi dan budidaya kroto
Warsidi dan budidaya kroto

Warsidi dan budidaya kroto

kotatuban.com-Budidaya semut rang-rang (kroto) sebagai pakan burung berkicau semakin menjanjikan. Tingginya permintaan yang tidak seimbang dengan persediaan kroto di alam membuat usaha budidaya kroto semakin prospektif sebagai peluang usaha baru.

Saat ini, harga 1 kilogram kroto mencapai Rp150 ribu. Tidak banyak yang membayangkan jika semut bisa di budidayakan. Sebelumnya kebanyakan orang hanya  melihat semut penghuni pohon ini sebagai serangga galak yang suka mengigit jika di ganggu. Namun,  dibalik itu, semut berwarna merah muda ini ternyata mampu mnghasilkan pundi-pundi rupiah jika dikelola dan di budidaya dengan baik.

Cara budidaya yang mudah serta modal yang tidak terlalu banyak membuat usaha ini bisa menjadi salah satu peluang usaha baru. Apalagi saat ini semakin banyak usaha burung berkicau yang pasti membuat kebutuhan akan telur semut (kroto) ini turut terdongkrak harganya.

“Awalnya saya melihat besarnya kebutuhan kroto di pasaran, terutama di lingkungan penghobi burung. Dari situ saya coba browsing di internet dan belajar untuk budidaya,” ujar Warsini, peternak  kroto asal Dusun Dludri, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Melihat kenyataan itulah, laki-lai berusia 29 tahun ini nekat melakoni budidaya yang dibilang belum lazim dilakukan orang terutama di wilayah Tuban sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan.” Belajar secara khusus tidak mas hanya melihatdan baca cara memeliharanya saja di internet,” sambung Warsidi.

Hewan yang gemar gotong royong tersebut juga di kenal sebagai serangga baik bagi para petani buah. Karena mereka biasa menjadi predator alami hama perusak  buah seperti kepik hijau dan ulat buah yang merugikan.

Warsidi yang membudidaykan kroto di belakang ruahnya ini menceritkan, cara budidaya kroto tidaklah sulit. Semut rang-rang yang yang merupakan penghasil kroto cukup mudah dipelihara. Dengan memberikan makan dan minum yang cukup serangga ini akan berproduksi dengan baik dan tidak akan kabur selagi masih ada makanan yang cukup di sekitarnya.

Saat ini Warsidi telah memiliki sekitar 250 sarang dari botol bekas air mineral. Dengan sarang sebanyak itu dia mampu menghasilkan 3-4 kilo kroto atau arva semut setiap 14 hari sekali. Dengan jumla itu jika harga kroto saat ini mancapai Rp125 ribu sampai Rp150 ribu dia bisa memperoleh penghasilan dari budidaya kroto cukup lumayan setiap bulan. Dengan permintaan kroto yang semakin tinggi ahir-ahir ini dia tidak perlu kawatir usahanya tidak laku terjual.

“Permintaan kroto di Tuban saja sangat tinggi, soalnya pecinta burung sekarang kan tambah banyak, sampai-sampai pesanan tidak bisa terpenuhi semua,” cerita Warsidi.

Sejak lulus sekolah Warsidi memang memilih berwirausaha, awalnya Ia berternak ikan lele. Namun 4 kolam yang dibangun di belakang rumah tersebut tidak memberi keuntungan. Bahkan beberapa kali dirinya harus menanggung kerugian.

“Setelah gagal ternak lele, lalu saya baca-baca di internet tentang budidaya kroto. Kok menarik kemudian saya coba,” ceritanya sambil menunjukan kandang semut krangkang yang tertata di atas rak.

dengan modal awal satu jutaan. Untuk beli bibit rang-rang, membeli sarang dari botol bekas air mineral, dan rak untuk tempat sarang. Usaha budidaya kroto sudah bias dijalankan.” Selain modalnya ringan, tidak membutuhkan waktu juga untuk memelihara rangrang,” katanya.

Untuk makanan , dalam 14 hari habis dua kilogram ulat dan satu kilogram gula untuk campuran minumnya, dengan biaya sekitr Rp30.000. Dari ujicoba awal hanya 15 kandang, budidaya semut rang-rang yang digeluti kini berkembang pesat. Lima bulan berjalan semut rang-rang berkembang menjadi 250 kandang dan setiap 14 hari rutin bisa dipanen.

“Alhamdulilah, mas sekarang ini bisa dibilang sudah lancar, dibanding awal-awal bulan mencoba usaha ini,” imbuh Warsidi. (kim)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. anonimJuly 14, 2015 at 14:45Reply

    mantap..pengen coba ternak ah..

Leave a Reply