Digerebek, Produsen Arak Kembali Produksi

Digerebek, Produsen Arak Kembali Produksi
Petugas kembali gerebek prodosen arak yang bandel
Posted by:
kotatuban.com – Hukuman untuk produsen minuman keras (Miras) jenis arak di Kabupaten Tuban sepertinya perlu diperberat. Pasalnya, dengan hukuman penjara yang saat ini hanya 3-5 bulan kurungan penjara sepertinya tidak membuat produsen arak tidak juga jera.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kastowo (54) warga Lingkungan Widengan, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding tersebut tetap memproduksi arak walaupun tiga tahun yang lalu juga pernah ditangkap petugas kepolisian Polres Tuban dalam kasus yang sama. Selain itu, petugas juga mengamankan pengepul arak Bambang Suyitno (44) yang merupakan tetangga Kastowo.
”Tersangka Kastowo ini pernah menjalani proses hukum dengan kasus yang sama memproduksi arak sekitar tiga tahun yang lalu. Mungkin tergiur dengan keuntungan yang cukup besar ini tersangka nekat memproduksi arak lagi. Sedangkan, Bambang Suyitno ini berperan sebagai penjual,” terang Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad saat dilokasi penggrebekan arak, Selasa (09/05).
Dalam penggrebekan pabrik arak tersebut petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Tuban, Polri, dan TNI tersebut petugas berhasil mengamankan 23 drum baceman yang berisi 4.600 liter bakal arak, 25 drum kosong warna biru, 109 dus atau 1.962 liter arak siap edar, dan16 juregen berisi 480 liter arak siap edar. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit mobil Avanza nopol S 860 HL warna silver.
”Untuk wilayah edar arak ini selain Jawa Timur juga sampai ke wilayah Jawa Tengah. Bahkan, sampai ke Bali dan beberapa daerah luar jawa. pengakuan pelaku perliter arak ini dijual kisaran Rp70 ribu. Sehingga, arak yang siap edar saja yang kita amankan kurang lebih senilai Rp140 juta,” ungkapnya.
Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 204 Kuhp jo Pasal 135 jo 71 ayat 2 sub 140 jo pasal 86 ayat 2 UU RI No 18 TAHUN 2012 Tentang Pangan, dengan ancaman hukuman penjara dua tahun. (duc)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.