Banyak Wisata Alam Tuban yang Tersembunyi

Banyak Wisata Alam Tuban yang Tersembunyi

kotatuban.com – Potensi wisata Tuban betul-betul riil dan akan lebih
hebat lagi bila segera dieksplore keberadaannya. Dari segi citra kota/
kabupaten bias diangkat, sedang dari sumber pendapatan asli daerah
(PAD) akan meningkat dan akan membawa kabupaten Tuban makmur.

“Kita ini tidak hanya punya Gua Akbar, Pemandian Bektiarjo maupun
pantai Boom, tetapi lebih besar dari 3 obyek wisata milik Pemkab itu.
Kalau wisata yang masih tersembunyi ini dibangun dan dipromosikan,
maka multi player effectnya, luar biasa,” kata Kepala Bidang Pariwisata
Tuban, Sunaryo di sela-sela peninjauan belasan tempat wisata Tuban,
Selasa (5/4) lalu bersama kotatuban.com.

Menurut Sunaryo, dirinya banyak belajar dari obyek wisata Bali dan
Tuban punya kesamaan baik lautnya, bukit-bukitnya termasuk sawah
terasiringnya maupun lahan pertaniannya. Medannya juga hampir
sama dengan Batu maupun Malang.

“Panjang laut Tuban 100 km dan rata-rata mempunyai view yang indah.
Bahkan lokasi perkemahan di pantai Manyuran, kalau dikelola dan
dibangun semacam resort cukup menguntungkan,” katanya.

Dari gua saja Tuban setidaknya punya sekitar 50 gua yang indah,
penuh misteri dan dari peninggalan alam yang masih hidup bisa dilihat
api abadi di ….., kolam belerang yang masih aktif dan peninggalan
bersejarah bekas ‘bengkel’ pembuatan pusaka Mpu Supa dengan
petilasan bara api asli dari alam di …………….

“Dan yang luar biasa dan belum banyak orang tahu termasuk Pemkab
Tuban adalah luweng raksasa (lobang raksasa) ………. yang berada di
desa ………….. dengan diameter 150 meter dengan kedalaman yang

sama,” kata Sunaryo yang dipandu oleh Edy Toyibi, salah seorang
anggota LSM pecinta alam Tuban.

Luweng yang bentuknya seperti bekas jatuhnya meteor dari langit
dan menghujam bumi ini nampak masih sangat alami (asli dan
belum tersentuh manusia) dan penuh misteri karena kedalaman dan
keindahannya.

Ditanya bagaimana menjual pariwisata Tuban agar laku di masyarakat
Tuban dan laut Tuban, Sunaryo menyebut pertama akses jalannya
harus dibuat nyaman. Sarana dan prasarana lingkungannya juga
dibangun dan ketiga adalah pengelolaannya.

“Kalau swasta bekerjasama dengan Pemkab tentu akan saling
menguntungkan. Dan para wisatawan tentu akan terus mengalir
sehingga untuk promosi kami punya angan-angan punya pusat
informasi pariwisata bila obyek wisatanya sudah siap,” tambahnya.(as)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Boedy HartonoApril 22, 2012 at 07:57Reply

    O.K Bro, setuju aku,barangkali orang yang Anda komentari itu bersikukuh dengan kebenaran pribadi. Sedang kebenaran pribadinya itu bersandar pada sifat-sifat duniawi, FANA kan!!! Coba kaji pendapatnya itu dengan mata hati (bashiroh), jangan emosi, jangan dengan ambisi, atau otak cerdas yang tak terkontrol yang akhirnya sekedar menuruti HAWA NAFSU. Hancur jadinya.NGENGKEL orang Jawa bilang. MBEGUGUK MAKUTHO WATON. Hatinya keras bagai batu. INgat yo…orang-orang yang memburu perkara-perkara dunia itu hasil akhirnya PAYAH, KESEL, PERUTNYA KESANA KEMARI HANYA DIJEJALI “TINJA”, makan melulu. Rogone atos debok (raganya keras seperti pohon pisang, kuat di luar, lemah di dalam).

  2. joyoApril 24, 2012 at 09:41Reply

    kok titik-titik ya..kayak ujian aja

Leave a Reply