DLH Dengan JOB Belum Ada Kata Sepakat Terkait Uji Dampak Flare

DLH Dengan JOB Belum Ada Kata Sepakat Terkait Uji Dampak Flare
kotatuban.com – Pengujian Terbatas Dampak Flare Control Processing Area (CPA) Mudi, Join Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) Desa Rahayu, Kecamatan Soko, yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban masih masalah.
Pasalnya, uji dampak flare yang seharusnya dilakukan mulai tanggal 25-28 April tersebut harus dihentikan, padahal pengujian tersebut baru dilakukan sehari. Penghentian tersebut atas permintaan JOB PPEJ.
Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ, Akbar Pardima mengatakan, pihak JOB menghentikan atau mencukupkan penelitian yang dilakukan DHL bukan tanpa dasar. Menurutnya penelitian tersebut merupakan pengujian ilmiah bukan asumsi sehingga membutuhkan peralatan yang sesuai dan standart.
”Kompetensi orang yang ngukur harus diketahui dua belah pihak. Ini kajian ilmiah yang akan dipertanggungjawabkan secara hukum. Peralatan juga harus standart,” kata Akbar, Sabtu (29/04).
Soalnya, lanjut Akbar mengatakan, kompensasi yang kemudian akan dibayarkan perusahaan kepada masyarakat sekitar perusahaan berdasarkan hasil penelitian harus berdasarkan uji oleh pihak kompeten, termasuk alat uji yang digunakan juga harus benar benar dapat dipertanggungjawabkan.
”Uang negara yang mau kita bayarkan ke masyarakat, makanya membutuhkan penelitian betul,” terang Akbar.
Selanjutnya, hasil kaji yang dilakukan satu hari lalu yang menurut informasi mendapatkan temuan kebisingan diatas ambang batas. Akbar mengaku hasil pengujian sehari tidak dapat digunakan sebagai acuan. Pasalnya pengujian membutuhkan waktu yang harusnya tidak sesingkat itu.
”ITS saja membutuhkan waktu berbulan bulan masak ini satu hari sudah dapat hasil,” kata Akbar.
Sementara itu, kepala Dinas Lingkungan Hidup Mulyadi mengatakan, JOB memiliki hak untuk menolak kegiatan pengujian jika alasanya soal kompetensi dan akreditasi, namun mestinya ketidak setujuan itu disampaikan sebelum kegiatan bukan ditengah kegiatan baru di hentikan.
”Dicukupkan atau apa itu bahasanya, yang jelas penolakan mestinya dilakukan sejak awal, bukan setelah sehari di hentikan, mereka sebelumnya sudah sepakat, perwakilan mereka (JOB) juga ada,” kata Mulyadi.
Lebih lanjut, hasil uji sehari  yang dilakukan tim DLH akan dilaporkan kepada Wakil Bupati Tuban, termasuk hasil dan temuan saat pengukuran di beberapa titik yang ditentukan sebelumnya.
”Kami akan tetap melaporkan apa yang kita dapat kemarin, kita akan menungu intruksi kembali apakah akan dilanjutkan pengujian lagi,” pungkasnya. (duc)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply