Desa Dilarang Membagi Rastra Secara Merata

Desa Dilarang Membagi Rastra Secara Merata
Wabup Tuban Noor Nahar Huseein
Posted by:
kotatuban.com – Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein menghimbau kepada seluruh Kepala Desa (Kades) dan seluruh perangkat desa di Kabupaten Tuban untuk tidak membagi beras sejahtera (Rastra) kepada seluruh masyarakat. Pasalnya, Rastra tersebut merupakan hak untuk masyarakat miskin.
Himbauan tersebut disampaikan Wabub Noor Nahar kepada Kades dalam kegiatan pembagian sembako kepada warga miskin yang dilakukan PT Semen Gresik di Gedung Graha Sandiya, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Selasa (13/06).
”Kami menghibau kepada kepala desa di Kabupaten Tuban untuk tidak membagi rastra secara merata. Karena beras itu diperuntukan warga miskin,” ungkap orang nomor dua di pemerintahan Kabupaten Tuban tersebut.
Menurutnya, jika Rastra tersebut dibagikan tepat sasaran maka akan dapat membantu mengurangi kemiskinan. Pasalnya, masyarakat miskin bisa membeli beras murah, seharga Rp1.600 perkilogramnya.
”Jadi masyarakat miskin itu setiap bulannya berhak menerima Rastra sebanyak 15 kilogram. Dan ini tidak boleh dibagi rata untuk seluruh masyarakat,” tandasnya.
Diketahui, pagu Rastara tahun 2017 untuk Kabupaten Tuban sebanyak 106.814 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jika dirinci perkecamatan dari 106.814 dibagi di Kecamatan Bancar 6.046 KPM, Bangilan 3.941 KPM, Grabagan 4.648 KPM, Jatirogo 3.256 KPM, Jenu 4.515 KPM, Kenduruan 2.943 KPM, Kerek 5.530 KPM, Merakurak 5.451 KPM, Montong 4.740 KPM, Palang 7.189 KPM, dan Kecamatan Parengan 4.884 KPM.
Sedangkan, untuk Kecamatan Plumpang 8.602 KPM, Rengel 6.061 KPM, Semanding 7.179 KPM, Senori 4.893 KPM, Singgahan 4.947 KPM, Soko 10.591 KPM, Tambakboyo 3.467 KPM, Tuban 3.583 KPM dan Kecamatan Widang 4.375 KPM. (duc)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.