​Cinta Segitiga Berujung Penganiayaan

kotatuban.com – Hubungan asamara antara AD (26) dengan ZA (34), keduanya merupakan warga Dusun Ngeblak, Desa Sumberjo, Kecamatan Merakurak, berujung pada kekerasan. Sebab, Fitriani,  istri ZA tidak terima dan menghajar AD. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebetulnya mereka bertiga ingin menyelesaikan hubungan asmara segitiga itu.  Mereka janjian bertemu di reast area. 

Saat bertemu di satu meja, ternyata bukan solusi yang didapat atas hubungan terlarang itu. Tetapi ZA malah adu mulut AD.  

Melihat pertengkaran mulut suaminya dengan AD,  Fitriani emosi dan mengambil sandal yang dipakai untuk memukul korban.

Merasa tidak terima dengan perlakuan kasar yang dilakukan istri ZA,  AD langsung melaporkannya ke Polsek Jenu.  

“Korban mengalami rasa sakit di bagian punggung dan kejadian itu dilaporkan ke kita,” terang AKP Yani Susilo, Kapolsek Jenu, Polres Tuban, Selasa, (03/01).

Disampaikan Kapolsek, mendapat laporan itu petugas langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku. 

“Barang bukti berupa sandal jepit yang digunakan untuk penganiayaan juga diamankan,” terang AKP Yani.

Selain itu, kata AKP Yani, perbuatan tersebut melanggar ketentuan sebagamana yang di maksud dalam Pasal 352 KUHP. “Serta korban telah dimintakan visum akibat dipukul menggunakan sandal jepit itu,” pungkasnya. (yit)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban