‎Bunga KUR Masih Tinggi Bagi UKM

kotatuban.com – Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dibebankan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (KUR) selama ini dinilai masih terlalu tinggi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Saat ini, bunga KUR besarnya masih mencapai 21 persen. Jumlah inipun sebenarnya sudah turun 1 persen dari angka sebelumnya 22 persen. Penurunan bunga 1 persen ini setelah adanya moratorium yang diberlakukan pemerintah pada Januari 2015 lalu terhadap KUR oleh pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi – JK).  

”Bunga sebesar 21 persen pun masih terlalu tinggi dan cukup memberatkan pelaku usaha kecil. Untuk pinjaman KUR platformnya sampai Rp 500 juta. Padahal, pinjaman yang diatas Rp 500 juta bunganya bisa 12 perrsen,” jelas Deputi Menteri Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM, Braman Setyo, Rabu (17/06).

Lebih lanjut, Braman Setyo mengatakan, karena dianggap memberatkan, pihaknya mengaku tengah memperjuangkan angka KUR ini bisa turun. Dia berharap bunga KUR bisa turun menjadi 10 sampai 15 persen. ”Karena rasanya tidak adil kalau untuk usaha kecil dikenai bunga terlalu tinggi,” katanya.

Menurutnya, kalau bunga KUR masih tinggi karena bank yang melayani pembiayaan ini masih padat karya. Dalam artian diperlukan petugas yang cukup banyak untuk melakukan pelayanan pembiayaan modal masyarakat ini. ”Kenapa bunga KUR tinggi? Karena masih menggunakan padat karya. Di Indonesia sampai 6 ribu karyawan yang khusus mengurusi KUR di bank-bank,” jelasnya.

Saat ini hanya ada 3 bank yang menjadi pelaksana KUR. Yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Jumlah ini menyusut hampir 100 persen dibanding sebelum adanya moratorium, yaitu ada 33 bank yang terdiri dari 7 bank nasional dan 26 bank daerah. ”Rencananya akan ada 14 bank lagi yang akan melaksanakan KUR,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban