‎Ngaku Wartawan, Pria Asal Madura Setubuhi Gadis Belia

image
Pelaku saat diamankan di Mapolres Tuban

kotatuban.com – Sungguh bejat apa yang dilakukan oleh Ridha Taqoballah (23), warga Dusun Jungcangan, Desa Bagandan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Pria yang mengaku sebagai wartawan tersebut tega menyetubuhi anak di bawah umur SR (16), asal Kecamatan Jenu.

Kejadian tersebut bermula ketika tersangka dan korban bertemu di salah satu lokasi wisata religi yang ada di Tuban. Saat itu, korban yang tengah membantu bibinya berjualan baju, dan berkenalan dengan pemuda asal Pamekasan tersebut, kenalan tersebut terjadi pada 23 Juni 2015 lalu.

”Selang satu hari berkenalan mereka sudah sepakat menjalin kasih,” kata Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayani, di Mapolres Tuban, Senin (10/08).

Kemudian tanggal 25 Juni 2015, dua orang yang tengah dimabuk asmara tersebut kembali membuat janji bertemu di hotel tempat tersangka menginap. Tepatnya di Hotel Indonesia, di Jalan Kyai Mustain, Tuban. Usai bertemu, mereka berduapun keluar untuk jalan-jalan.

”Saat sedang jalan-jalan pelaku mengajak korban kembali ke hotel dengan alasan ada barang yang tertinggal, ketika di hotel pelaku merayu dan akhirnya bisa menyetubuhi korban,” ujar mantan Kapolsek Kerek tersebut.

Setelah bisa menggauli korban, tingkah pelaku yang baru pulang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia tersebut semakin menjadi. Dia lantas mengajak korban ke wilayah Bangkalan, kemudian ke Yogyakarta, Mojokerto, dan Ngawi, selama hampir satu bulan. Semua ini dilakukan tanpa sepengetahuan dari keluarga korban.

Bahkan, pelaku beberapa kali melakukan tindak kekerasan kepada korban. Diantaranya, ketika berada di Bangkalan dan di salah satu hotel yang ada di Yogyakarta. Kekerasan dilakukan dengan menampar pipi dan memukul kepala korban berkali-kali, serta mengguyur korban yang masih berpakaian lengkap dengan air.

”Kekerasan itu dilakukan karena korban menangis ingin minta pulang ke Tuban dan berusaha menghubungi keluarganya di Tuban lewat HP,” ujarnya.

Lebih lanjut Elis mengatakan, korban akhirnya nekat pulang sendiri sekitar tanggal 16 Juli 2015. Sesampainya di Tuban, dia menuturkan kejadian yang menimpa dirinya dan diketahui sepeda motor miliknya masih dibawa pelaku di Bangkalan.

”Pelaku kita tangkap setelah dipancing untuk kembali ke Tuban, dengan alasan orang tua korban sudah merestui hubungannya dan meminta dia untuk datang ke Tuban,” tutur Elis.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Juncto Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban