‎Preman Ngamuk Dibacok Hingga Terkapar

kotatuban.com – Dwi Sudarwanto, warga Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban terkapar karena dibacok Darsono dan Muhtiyadi, tetangganya sendiri, Selasa (5/5).

Dwi Sudarwanto alias Cekeng dikenal sebagai preman daerah setempat. Korban tersungkur setelah dibacok kedua pelaku saat kabur setelah mengamuk di rumah Muhtiyadi.

Informasi yang dihimpun kotatuban.com, kejadian pembacokan terhadap Dwi tersebut berawal saat ia datang ke rumah Muhtiyadi yang berada di Kelurahan Doromukti. Saat itu, korban menemui Darsono seorang tukang pijet yang berada di rumah Muhtiyadi untuk diminta menjualkan sepeda angin miliknya.

”Awalnya dia datang meminta saya untuk menjualkan sepeda angin. Saya gak mau, takut kalau barang itu curian. Dan akhirnya dia mengamuk,” ujar Darsono, saat berada di Mapolres Tuban.

Dwi mengamuk dengan melemparkan piring yang langsung mengenai muka tukang pijet dan pecahan piring terpental mengenai muka Muk’ah (30) menantu Muhtiyadi.

”Saya kaget saat menantu saya teriak-teriak minta tolong. Saya mencoba melerai malah saya ditendang sampai terpental jatuh,” ungkap Muhtiyadi, pemilik rumah yang ikut membacok korban.

Kesal dengan perbuatan Dwi, Darsono dan Muhtiyadi kemudian mengambil sabit yang berada di belakang rumah. Keduanya langsung membacok Dwi di gang jalan Kelurahan Doromukti, Tuban saat korban berusaha kabur setelah mengamuk.

“Saya tidak terima, dia ngamuk di rumah saya. Bahkan pecahan piring yang dia lemparkan mengenai menantu saya,” katanya.

Setelah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Darsono dan Muhtiyadi, Dwi langsung tersungkur di jalan. Kemudian oleh warga korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban