‎Setubuhi Pasien Dukun Palsu Diciduk Polisi

image
Tersangka saag di Mapolres Tuban

kotatuban.com – Arizal Albad (32) warga Desa Patihan, Kecamatan Widang harus berurusan dengan petugas kepolisian. Pasalnya, pria yang mengaku sebagai paranormal tersebut tega menyetubuhi TW (17) warga Kecamatan Grabakan  yang merupakan pasien dukun palsu tersebut.

Tragisnya, dalam melampiaskan nafsu bejatnya dilakukan di tempat keramat, yakni, Gua Gembul, Desa Jadi, Kecamatan Semanding yang diyakini tempat petilasan Wali Sanga.

Kronologi kejadian yang menimpa TW  berawal saat korban mengalami sakit di bagian perut dan badannya panas dingin yang tidak kunjung sembuh, padahal sudah dibawa ke Puskemas dan rumah sakit. Dan keluarganya menganggap penyakit yang diderita TW akibag guna-guna. Kemudian keluarga TW mencari orang pintar atau paranormal untuk menyembuhkan penyakit TW.

”Kemudian keluarga korban ini mendapatkan informasi bahwa di daerah Widang ada dukun yang mampu mengobati TW. Kemudian korban dibawa ketempat tersangka untuk diobati,” terang, Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suindayati kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tuban, Senin (11/01).

Kemudian, Arizal Albad membawa TW dan keluarganya ke Gua Gembul. Keluarga korban disuruh menunggu di mushola yang ada di tempat tersebut. Kemudian tersangka membawa korban membawa ke patilasan yang ada di atas untuk menjalani ritual pengobatan.

”Saat berada diatas tersebut tersangka melakukan persetubuhan dengan korban yang katanya untuk penyembuhan dan menghilangkan dari pengaruh guna-guna. Kejadian tersebut sampai berulang dua kali,” kata mantan Kapolsek Kerek tersebut.

Selang beberapa waktu, korban merasa bawah pusarnya sakit dan menceritakan kepada keluarganya. Setelah didesak mengenai penyebab sakitnya itu korban mengaku jika habis disetubuhi pelaku.

Mendengar pengakuan itu orang tua korban langsung melaporkannya ke polisi. Kemudian pelaku diciduk petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 81 Jo pasal 76 D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban