Lima Pelajar Tenggalam Saat Kegiatan Pramuka, Satu Tewas

imagekotatuban.com-Lima orang siswa Madrasah Aliyah Tarbiatul Banin Banat, Desa Jetak, Kecamatan Montong ditemukan tenggelam dalam kegiatan out bound Pramuka yang dilaksanakan di kawasan sungai Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, Sabtu (7/2).

Dari lima siswa yang tengelam itu, satu diantaranya meninggal. Sementara empat korban lainnya dirujuk ke RSNU Tuban setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Montong.

Lima siswa masing-masing Siti Thorikoh (16) asal Desa Talun, Khoirotul Munawaroh (17) asal Desa Sumurgung, Miftahul Imamah (16) asal Desa Talun, Ike Silfia (16)  juga dari Desa Talun dan Satu korban lain bernama Sahabudin (17) asal Desa Pucangan.

“Yang meninggal anak Pucangan, Sahabudin, tadi saat dibawa kesini sudah tidak dapat ditolong, sedangkan korban lainnya masih sadar dan langsung dirujuk ke rumah sakit NU Tuban, ” terang petugas jaga Puskesmas Montong, Cicik.

Sementara itu, Ahmad Dandi teman korban yang juga peserta kegiatan mengatakan, kejadian tenggelamnya para peserta tersebut bermula saat para korban yang mengikuti kegiatan Pramuka akan melakukan tes renang. Kegiatan itu dilaksanakan di sungai (semacam waduk) di Desa Sumurgung. Saat itu para korban yang diduga tidak dapat berenang menceburkan diri ke sungai yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter.

“Tadi itu kegiatan terakhir, ada tes renang, kita gak tahu kalau mereka gak bisa berenang,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, saat melompat ke dalam sungai tidak ada yang tahu jika lima temanya itu tidak dapat berenang. Saat para peaerta tenggelam peserta lain yang bisa berenang langsung memberikan pertolongan teman-temanya. Namun naas setelah empat orang peserta berhasil ditolong satu peserta lain bernama Sahabudin (korban meninggal) terlambat mendapatkan pertolongan.

“Dia ini (korban) terlambat mendapatkan pertolongan dan saat ditolong sudah parah kondisinya dan langsung dibawa ke Puskesmas,” terang teman korban di Puskeamas Montong. (kim).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban