Proyek Air Bersih Ratusan Juta Rupiah Mangkrak

image
Tandon air di Ngrejeng mangkrak

kotatuban.com-Bantuan pengadaan tandon air dan pemasangan pipa di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabakan dibiarkan mangkrak sejak setahun terakhir. Padahal keberadaan tandon air sangat penting untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Desa Ngrejeng dan sekitarnya, saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Kepala Desa Ngrejeng, Muhamad Bahrul Ulum mengatakan, sebagai desa yang akan menikmati fasilitas tersebut, pihaknya menyayangkan tadon air yang tidak kunjung difungsikan.

“Kami berharap, tandon itu segera difungsikan, ini sudah musim kemarau. Biasanya di sini kesulitan air saat musim kemarau seperti ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun menggunakan uang APBD itu rusak sebeum dimanfaatkan,” terang Bahrul Ulum, Jumat (24/7).

Menurut Bahrul Ulum, pemerintah juga terkesan hanya menghamburkan uang APBD. Sebab, fasilitas tandon air untuk warga yang menghabiskan dana sebesar Rp 884.415.000 itu belum juga di fungsikan meski pengerjaanya sudah selesai cukup lama. Padahal sarana prasarana sudah siap serta percobaan menaikkan air dari sumber air menuju tandon juga tanpa masalah.

“Kami sebenarnya sudah siap operasional fasilitas itu, karena masyarakat yang sudah mendesaknya. Kami sudah menbuat kelompok pengelola air bersih dan tinggal melaksanakan saja. Warga kami juga siap jika nanti ada iuran kemanfaatanya,”papar Kepala Desa Ngrejeng itu.

Di Desa Ngrejeng, terdapat  800 kepala keluarga,  dari jumlah tu, hanya sekitar 200 kepala keluarga yang kecukupan air, sisanya masih kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau tiba.

Adapun, sumber air untuk tandon tersebut diambilkan dari mata air yang terdapat tidak jauh dari lokasi tandon. Kemudian dialirkan menuju tandon selanjutnya didistribusikan ke masyarakat, termasuk warga Desa Ngrejeng.

“Kami berharap, dalam waktu dekat difungsikan, sebab ini sudah musim kemarau, sebagian warga sudah kesulitan air,” harapnya. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban