Warga Wanglu Wetan Tolak Tawaran Pertamina EP

Warga Desa Wanglu Wetan saat melakukan pertemuand engan Pertamian EP di balai desa setempat
Warga Desa Wanglu Wetan saat melakukan pertemuand engan Pertamian EP di balai desa setempat

kotatuban.com – Warga Desa Wanglu Wetan pemilik tanah seluas 4,7 hektar menolak tawaran harga yang disodorkan PT Pertamina Eksplorisasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset 4 Cepu. PT Pertamina EP berencana membebaskan lahan tersebut untuk digunakan jalan masuk ke lokasi Tapen (TPN) 2 di wilayah tersebut.

Pertemuan antara pihak Pertamina EP dengan warga yang sudah berlangsung tiga kali selalu mentok dan tidak emmbuahkan ahsil. Bahkan, pertemuan ketiga di balai desa setempat, warga ngotot harga tanahnya Rp400 ribu per meter. Sementara pihak Pertamina EP juga ngotot menawarkan harga Rp200 ribu per meter. Harga itu sudah meningkat hampir tiga kali lipat dari tawaran sebelumnya yang hanya Rp70 ribu per meter.

Salah satu pemilik tanah, Mbah Taspen (65) Warga Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Tuban bersama warga lainnya ketika ditemui, Senin (21/9) menegaskan, tidak akan menjual tanahnya kepada Pertamina EP jika rtidak dibeli Rp400 ribu per meter. Jika dibeli di bawah harga itu dipastikan hasil pen jualannya tidak bisa digunakan untuk membeli tanah di luar dengan luas yang sama.

“Kalau harganya Rp 200 ribu per meter tidak akan dapat untuk membeli tanah lagi seluas tanah yang dijual. Padahal, tanah itu merupakan tumpuhan hidup kami, terang Mbah Taspen bersama warga lainnya.

Jika Pertamina EP serius ingin membeli lahan petani maka diminta tidak berbelit-belit. Sebab, sudah 3 kali pertemuan dengan warga tidak membuahkan hasil. Bahkan, anehnya lagi pihak pertamina EP  yang datang sebagai juru runding selalu berbeda. Akan tetapi, saat ditanya kenapa kerap ganti, alasanya karena Perseroan Terbatas (PT) yang menangani pembebasan lahan ini sudah beda.

“Ada apa dibalik semua ini, dari sinilah kecurigaan kami. Sebelumnya, ditawar Rp 25 ribu permeter, terus naik menjadi Rp 70 ribu, sekarang naik lagi menjadi Rp 200 ribu meter, ini ada apa sebenarnya. Jangan-jangan malah yang menawar tanah kami itu hanya sebatas perantara saja, bukan orang Pertamina yang diberikan kewenangan untuk menentukan harga,” terang warga lainnya.

Manajer Legal and Relations Asset 4 Pertamina EP Field Cepu, Sigit Dwi Aryono ketika dikonfirmasi mengenai hal itu mengungkapkan, akan melakukan evaluasi terkait permintaan pemilik lahan ini. Selain itu, agar pembebasan lahan berjalan mulus, pihaknya siap melakukan pendekatan pada warga.

“Pendekatan tetap dilakukan paralel dengan dibarengi evaluasi,”ujarnya singkat.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Senori, Eko Julianto mengatakan, pihaknya hanya membantu mengkoordinasikan Pertamina EP dengan warga. Terkait harga yang diminta warga, kecamatan telah menyerahkan sepenuhnya kepada Pertamina EP. Asalkan dari kedua belah pihak ada kesepakatan bersama dan saling menguntungkan.

“Persoalan harga terserah kesepakatan penjual dan pembelinya saja. Yang penting tidak suasana kondosif harus tetap dijaga,” paparnya. (yit).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban