883 CJH Bumi Wali Berangkat ke Tanah Suci

kotatuban.com – Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Tuban yang masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 76 dan 77 secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Tuban Fathul Huda, di Pendopo Krido Manunggal, Kamis (1/8) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Huda mengatakan, bahwa para jamaah haji harus bersyukur ditakdirkan sebagai tamu Allah tahun ini dan harus menjaga tata krama, baik tata krama lahir maupun batin.

“Jangan merasa diri lebih, harus menata hati, meski punya jabatan, punya kekayaan dan punya ilmu. Tidak berselfi di tempat-tempat yang keramat, jika kita benar-benar ingin di terima sebagai shohibul bait Allah SWT,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Huda juga berpesan, saat berada di Tanah Suci Makah nanti akan menemui orang dari berbagai bangsa dengan cara berpakaian dan cara sholat yang berbeda. Sebaiknya diam saja tidak usah menyalahkan ataupun membicarakan hal tersebut.

“Jangan sampai saling mencelah maupun menyalakan orang lain, fokus pada ibadah kita saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Tuban, Sahid berharap, kepada semua calon jamaah haji bisa memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.

“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, dan kita berharap agar bisa melaksanakan semua rangkaian ibadah haji mulai dari sunnah, wajib dan rukun sehingga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Sahid mengingatkan, kepada calon jamaah haji agar mengikuti petunjuk dan bimbingan dari petugas yang menyertai. Terdapat ketua regu (karu), ketua rombongan (karom) dan petugas kloter.

“Selain itu harus menjaga kesehatan, terutama waktu berada di Arab Saudi karena cuaca yg sangat panas. Saya atas nama Kementerian Agama Kabupaten Tuban mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tandasnya.

Diketahui, calon jamaah haji kabupaten Tuban terdiri dari 2 kloter, yakni kloter 76 dan 77 dengan total jamaah 883 orang. Dengan 2 TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia/ ketua kloter), 2 TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) 6 TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia, terdiri dari 1 dokter tiap kloter dan 2 paramedis tiap kloter). (rto)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban