Ajak Lestarikan Hutan, Warga Lomba Balap Ulat Jati.

image
Lintasan lomba ulat dari pelepah pisang

kotatuban.com-Warga Desa Guwoterus dan Nguuhan,  sekitar Gua Putri Asih, Kecamatan Montong, lomba balap ulat jati. Sekarang ini lagi musim ulat jati yang banyak terdapat di hutan jati  sekitar pemukman mereka. Keberadaan ulat jati yang datang setiap musim awal penghujan ini rupanya mampu menjadi hiburan. Selain berkah bagi mereka lantaran kepompong ulat ini dapat dikonsumsi hingga dijual kepada warga lain yang gemar mengkonsumsi kuliner musiman ini.

Lomba nyleneh yang dilaksanakan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan, di kawasan hutan jati BKPH Mulyoagung itu cukup meriah. Belasan warga antusias mengikuti lomba tersebut. Di samping menjadi ajang hiburan, kegiatan itu juga menjadi pesan moral bagi masyarakat agar ikut melestarikan keberlangsungan hutan jati.

“Yang paling pentingadalah pesan moralnya, adanya ulat jati ini menandakan bahwa jati dilingkungan kita masih lestari, mudah-mudahan melalui ajang ini juga masyaraat ikut menjaga kelestarian hutan” ujar Asisten Perhutani, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan  Muhammad Badar, saat lomba, Sabtu (02/01).

Dalam lomba tersebut, dua pelepah pisang dengan panjang sekitar satu meter menjadi trek atau lintasan untuk ulat balapan. Sorak sorai penonton disertai tepuk tangan mengiringi laju ulat yang digelitik dari bagian ekornya dengan rumput agar ulat berlari kencang. Tidak jarang ulat yang sejatinya bukan hewan untuk balapan keluar jalur dan mengundang tawa peserta maupun penonton yang melihatnya.

Dalam lomba itu, peserta bergantian menurunkan ulat jagoannya yang sudah dipilih di atas jalur yang disedakan panitia. Bentuk ulat yang diturunkan peserta beragam, ada yang kecil, besar, hitam kelam, dan ada yang berwarna loreng kemerahan.

“Saya memilih yang warna hitam loreng Mas, saya yakin ini akan menang,” ujar Supriyo, salah satu peserta.  

Setelah mengalahkan lawan-lawanya, ulat jagoan Supriyo akhirnya memenangkan balapan. Ternyata, Supriyo yang memilih ulat dengan ukuran besar dan berwarna hitam agak kemerahan berhasil menjadi juara satu.

“Saya memilih warna ulat lorek kemerahan, biasanya larinya cepat, ulat ini juga sudah tua dan akan berkepompong,” kata Supriyo usai lomba.

Selain lomba balap ulat, panitia juga menggelar lomba joget kepompong. Panitia menggunakan kriteria, kepompong yang berjoget paling lama adalah pemenangnya. Bagian tubuh kepompong yang joget dalah bagian ekor yang akan berputar dan bergeleng saat dipegang. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban