Akibat Sebarkan Foto Hoax, Pemuda Ini Terancam Penjara

Ahmad Nahar Sudrajat  saat diperiksa di Polres Tuban
Ahmad Nahar Sudrajat saat diperiksa di Polres Tuban

kotatuban.com – Ahmad Nahar Sudrajat (23), warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian gara-gara ulahnya yang membuat resah banyak pihak. Betapa tidak, lewat akun Facebook Naharcalca, pemuda tersebut mengunggah foto helicopter jatuh. Dalam keterangan foto tersebut disebutkan bahwa helicopter tersebut jatuh di area persawahan Beton Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, sekitar pukul 17.30 Wib, pada  Selasa kemarin.

Sontak, informasi tersebut langsung mendapat respon beberapa akun lain dan menimbulkan kepanikan banyak pihak, termasuk Kapolres Tuban yang langsung menginstruksikan angggotanya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Kabar jatuhnya heli tersebut juga membuat repot jajaran Perhutani Parengan, termasuk juga komunitas Trail. Selama beberapa waktu, mereka ikut sibuk mencari ke lokasi jatuhnya Heli di area seperti yang disebutkan dalam akun FB Naharcalca. Hasilnya nihil. Di lokasi yang disebutkan tidak terdapat tanda-tanda bekas jatuhnya Heli. Kesimpulannya, informasi soal jatuhnya Heli tersebut adalah hoax.

Saat ditemui di Mapolres Tuban setelah menjalani pemeriksaan, Ahmad Nahar Sudrajat mengatakan bahwa foto tersebut didapat dari adiknya, yang saat itu melihat kontak Display Picture BlackBerry dari teman milik adiknya. Merasa tertarik pada photo tersebut, Ahmad Nahar Sudrajat langsung menggunggahnya di akun FB miliknya.

“Saya kira itu benar, makanya saya langsung posting di FB saya,” kata Ahmad Nahar Sudrajat.

Namun setelah menyadari bahwa foto itu tidak benar, ia langsung menghapus foto itu dari akun Facebooknya. Namun terlambat, berita dan foto yang telah ia unggah di situs jejaring social tersebut sudah terlanjur tersebar ke khalayak dan mendapat beragam komentar dari pengguna akun lain.

“Setelah 25 menit mengetahui foto itu tidak benar, saya langsung mengahapus. Saya kapok mas, tidak saya ulangi lagi” tutur Ahmad Nahar Sudrajat.

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan, mengatakan bahwa foto hoax itu telah merepotkan banyak pihak.  Untuk itu, Ia menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan situs jejaring social.

“Seharusnya medsos (media sosial) digunakan untuk kebaikan dan menyambung silaturahmi, jangan justru sebaliknya menimbulkan keresahan masyarakat luas akibat informasi yang tidak benar,” kata Kapolres Tuban.

Akibat perbuatannya, kini Ahmad Nahar Sudrajat terancam ayat 2 pasal 28 juncto ayat 2 pasal 45 UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 Milliar. (abd/ac)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban