Angka Pernikahan Dini di Tuban Terus Meningkat

image
Deskusi terkait Diska yang digelar KPI Tuban

kotatuban.com-Angka pernikahan dini dengan Dispensasi Perkawinan (Diska) di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi. Bahkan dari tahun ke tahun, jumlah pernikahan dengan dispensasi usia terus menigkat. Tahun 2012  pengajuan diska yang masuk di Pengadilan Agama tercatat 168 Diska dan sebanyak 163 dikabulkan, tahun 2014 meningkat menjadi 188 pengajuan dan 184 dantaranya dikabulkan, di tahun 2015 pengajuan Diska bertambah lagi menjadi 224, dan 219 pengajuan dikabulkan dan mendapatkan dispensasi perkawinan.

Presidium Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia, Jawa Timur, Zakiatul Munawaroh, di sela kegiatan grup diskusi yang melibatkan kelompok masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tuban, serta Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama dengan tema Praktik Dispensasi Perkawinan Anak di Kabupaten Tuban,  mengungkapkan, ada beberapa faktor masih tingginya Diska dan terus meningkatnya pernikahan dini di Tuban, diantaranya adalah budaya, ekonomi masyarakat hingga pendidikan yang masih rendah.

“Faktor ekonomi, misalnya, pernikahan dianggap jalan keluar agar anak terutama perempuan ada yang bertanggungjawab, dengan menikahkan anaknya maka usuran ekonomi akan ditanggung sang suami,” kata Zakia.

Faktor lain yang juga masih tinggi adalah rendahnya pendidikan, dimana kebanyakan pemohon Diska di Pengadilan Agama adalah mereka yang tidak bersekolah, atau mereka yang putus sekolah.

“Rendahnya pendidikan juga masih menjadi faktor cukup dominan, kebanyakan mereka yang putus sekolah maupun tidak sekolah sama sekali akan menikahi di usia muda,” terang Zakia.

Di samping tiga faktor, ekonomi, pendidkan dan kebudayaan, yang cukup memprihatinkan adalah gaya pergaulan yang memicu pernikahan dini, seperti sek bebas, hubungan laki-laki dan perempuan tanpa batas di usia dini juga cukup berpotensi.

“Ternyata pola pergaulan juga memicu Diska ini, anak di bawah umur yang kemudian hamil diluar nikah, maka mau tidak mau akan dinikahkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuaten Tuban, Tri Astuti, yang juga hadir dalam forum tersebut mengungkapkan,  pemerintah Kabuoaten Tuban melalui Dinas Pendidikan sebenarnya sudah berupaya mengurangi satu faktor penyebab Diska dengan terus meningkatkan program pendidikan gratis.

“Sebenarnya pemerintah melalui dinas sudah memberikan kemudahan pendidkan, bahkan di gratiskan, namun masih ada saja yang putus sekolah, “ kata Asutiti.

Menurut Astuti, dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menekan angka Diska ini, agar tidak terus meningkat, sebab dari segi kesehatanpun menikah diusia dini tidak terlalu baik, lantaran sistem reproduksi belum sempurna.

“Di samping itu mental remaja ini masih labil, jika dalam pernikahan menemui masalah dan tekanan hidup bukan tidak mungkin mereka ini cenderung berfikir pendek, berceai atau pulang ke rumah orangtuanya,”  terang Astuti. (kim) 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban