Atasi Banjir Merakurak Butuh Anggaran Rp 150 Miliar

image
Banjir bandang di wilayah Merakurak beberapa waktu lalu

kotatuban.com – Untuk mengatasi banjir bandang sejumlah desa di wilayah Merakurak dibutuhkan anggaran sekitar Rp 150 miliar. Sebab, harus dibuatkan embung di wilayah Desa Jadi, Kecamatan Semending.

Hampir setiap musim penghujan banjir bandang selalu terjadi di kawasan Kecamatan Merakurak, seperti di Desa Kapu, Tahulu, Mandirejo, dan beberapa desa lainnya.

“Sayangnya APBD kita belum mampu membiayai pembuatan embung itu. Sehingga banjir bandang di Merakurak belum bisa kita atasi,” ungkap Bupati Tuban, Fathul Huda, Rabu (06/01).

Solusinya, lanjut Bupati Huda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akan melakukan normalisai saluran air yang telah ada saat ini. Sehingga, saat datang musim penghujan saluran air tersebut dapat berfungsi dengan baik, dan dapat mengurangi dampak dari banjir.

”Yang bisa kita lakukan sekarang melakukan perbaikan atau normalisai saluran air atau drainase yang telah ada. Sehingga banjir bisa kita minimalisir,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Huda juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menebang pohon secara sembarangan, terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. Bahkan, masyarakat harus melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya.

”Kalau kita lihat sekarang pohon-pohon di daerah pegunungan itu tinggal sedikit sekali. Sehingga, jika hujan airnya langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah, karena tidak ada penghalangnya. Dan terjadilah banjir di daerah yang memiliki dataran rendah seperti beberapa desa di Merakurak itu,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban