Awas, Sindikat Pemalsu Dokumen Kendaraan Bermotor Gentayangan

image
Barang bukti dan pelaku pemalsu dokumen mobil

kotatuban.com-Pembeli kendaraan bermotor bekas diminta waspada dan memeriksa surat-surat kendaraan sebelum pembayara dilakukan. Pasalnya baru-baru ini Polres Tuban telah menangkap sindikat pemalsu Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dalam rangka penjualan kendaraan yang diduga hasil kejahatan para pelaku.

Kapolres Tuban, AKPB Guruh Arif  Darmawan mengatakan, sulit mengetahui keaslian BPKB dan STNK yang sekarang ada di Polres Tuban. STNK dan BPKB ini juga disesuaikan dengan kendaraan yang akan dijual atau dipalsukan.

“Yang membedakan salah satunya hologram yang digunakan untuk mencetak surat palsu sedikit pudar,” kata Arif Darmawan, Selasa (07/07) di Mapolres Tuban.

 Penangkapan sindikat ini berawal dari informasi dan isu peredaran surat kendaraan palsu. Dari situ, Polres Tuban kemudian melakukan razia surat-surat kendaraan yang masuk di Tuban.

“Petugas melakukan razia kelengkapan kendaraan, sehingga kedapatan ada satu mobil yang menggunakan STNK dan BPKB palsu,” terang AKBP Guruh Arief Darmawan.

Dari temuan tersebut, petugs kemudian melakukan pengembangan dan didapat mobil lain yang juga menggunakan surat kendaraan palsu. Diduga mobil yang dipalsukan suratnya adalah mobil bodong tanpa dokumen (mobil hasil kejahatan), untuk mempermudah penjualan dan menaikkan harga jual.

Selain mengamankan mobil dan surat kendaraan palsu, petugas juga sudah mengamankan 4 orang pelaku pemalsuan. Sementara mobil yang diamankan adalah dua Avanza, satu Taft, dan satu mobil sedan Toyota.

“Pelaku berinisial  F dan K selama ini bertugas menawarkan kepada pembeli mobil tersebut. Sementara STNK dan BPKB palsu ini dipesan kepada pelaku dengan inisial J dan inisial A, seluruhnya adalah warga Tuban,” lanjut Arif.

Polres Tuban belum memberikan informasi secara detail asal kendaraan yang diduga berasal dari luar pulau itu, karena masih ada satu pelaku yang belum ditangkap dan kini dalam pengejaran petugas.

“Perkiraan mobil ini berasal dlari luar daerah, yang jelas masih ada satu pelaku lagi yang masih dalam pengejaran. Pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas AKBP Arif Darmawan. (kim)  

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban