Belum Musim Tanam Pupuk Mulai Langka

Petani mulai kesulitan mendapatkan pupuk Urea
Petani mulai kesulitan mendapatkan pupuk Urea

kotatuban.com – Sebagian besar daerah pertanian di Kabupten Tuban belum memasuki musim tanam, hanya persawahan yang memiliki aliran irigasi sendiri yang bisa bercocok tanam. Namun, petani sudah direpotkan langkanya pupuk.

Salah satu petani yang mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk adala Kasmari (58), warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban. Petani penggarap lahan ini mengaku sudah dua hari ini mencari pupuk, tapi selalu nihil. Semua kios, katanya, kehabisan pupuk.

”Saya sudah muter-muter cari pupuk sampai ke Plumpang, Semanding, dan daerah kota semua tidak ada pupuk ureanya,” kata Kasmari, kepada kotatuban.com, Jumat (18/09).

Kasmari tidak tahu apa sebab pupuk jenis urea yang dicarinya itu tidak ditemukan. Padahal, saat ini sebagian besar petani di Tuban belum mulai tanam lantaran kekeringan. Jika ada stok pupuk itupun harganya sangat mahal.

”Jika dikios ada harganya mencapai Rp 225 ribu per paket, berisi 1 zak urea, 1 zak Phonska, dan 1 zak organik. Padahal, yang saya butuhkan cuma urea, tapi gak boleh beli urea saja. Harus semua dibeli. Lha terus dipakai apa,” ungkapnya.

Menurutnya, beli pupuk urea saja memang bisa, tapi harus dengan cara “nempil” yakni membeli dari sesama petani dengan harga jauh lebih tinggi. ”Kalau nempil harganya mahal pupuk urea seharga Rp 120 ribu/zak bahkan lebih,” ungkapnya.

Kabupaten Tuban sendiri mendapat jatah pupuk 116.592 ton, atau lebih rendah 37 persen dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK) yang diajukan sebesar 310.343 ton. Pihak Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (DPPK) Tuban menjelaskan, dengan realisasi yang lebih kecil itu sudah wajar jika kebutuhan pupuk petani tidak tercukupi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura DPPK Tuban Suparno mengatakan, mengingat alokasi terbatas, realisasi pupuk memang agak sedikit dihemat. Alasannya, untuk cadangan agar saat musim penghujan tiba, tidak terjadi kondisi kelangkaan.

”Sekarang sudah September. Kalau hujan sudah mulai turun, kebutuhan pupuk akan meningkat tiga kali lipat. Kita hemat saat kemarau, agar saat musim tanam tiba tidak kuwalahan,” ungkapnya.

Menurutnya, tahun ini DPPK Tuban mentargetkan luasan tanam mencapai 32 ribu hektar lebih. Namun, di musim kemarau seperti saat ini, hanya sekitar 12,8 ribu hektar atau 40 persen dari total luasan area tanam yang masih produktif.

”Pada musim kemarau seperti ini memang pupuk kita perhemat sebagai cadangan untuk musim tanam mendatang,” pungkasnya. (duc)

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban