BPBD Mulai Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

image
Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono

kotatuban.com– Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, muai melaukan pemetaan daerah rawan kekeringan memasuki musim kemarau tahun ini. Pemetaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kesulitan air di daerah rawan kekeringan, terutama pada saat bulan puasa Ramadhan.

“Kami sudah melakukan pemetaan untuk mengantiipasi kekeringan,” ujar Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono, Sabtu (20/6).

Data BPBD Kabupaten Tuban menyebutkan daerah yang masuk wilayah rawan kekeringan diantaranya Kecamatan Parengan, Semanding , Grabagan, Rengel, Soko, Kerek, Montong dan Kecamatan Senori.

“Memang tidak semua desa dalam delapan kecamatan itu kekeringan, namun, rata-rata desa di kecamatan itu memang menglami kekeringan dan menjadi langganan kekurangan air saat kemarau,” kata Joko.

Meski saat ini masih awal musim kemarau dan belum ada laporan daerah kekurangan air, Joko mengaku pihaknya sudah mulai melakukan berbagai persiapan, salah satunya berkordinasi dengan seluruh camat daerah rawan kekeringan serta masyarakat terdampak. Selain itu BPBD juga telah menyiapkan anggaran bencana sebesar Rp75 juta dari angaran APBD.

“Kami sudah kordinasi dengan para camat dan SKPD, selain itu juga telah disiapkan angaran bencana termasuk anggaran dari provinsi,” terang Joko.

Joko menyampaikan, data yang diterimnya dari Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau diprediksi akan lebih panjang yakni  hingga bulan November, sehingga kemungkinan besar daerah rawan kekeringan berpotensi kekurangan air pada puncak musim kemarau nanti.

“Dampak elnino moderat, musim kemarau akan cukup lama hingga November mendatang, kami sudah mengantisipasi jika pada puncak musim kemarau nanti  daerah rawan mengalami kesuotan air,” pungkas mantan Camat Grabagan itu. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban