Bubur Mudhor, Tradisi Takjil Khas Puasa

image
Pembagian takjil bubur Mudhor

kotatuban.com-Banyak cara dilakukan umat muslim menjelang berbuka puasa, ada yang ngabuburit (menunggu bedug magrib) di tempat-tempat tertentu, ada juga yang sekedar berkeliling untuk mengisi waktu di sore hari itu.

Namun bagi sejumlah warga sekitar Masjid Mudhor dan pengurus masjid setempat, bulan Ramadan dan ngabuburit berarti membuat bubur hidangan takjil untuk masyarakat sekitar masjid.

Benar saja,saat Ramadaan seperti sekarang ini, takmir masjid Mudhor di Jalan Pemuda Tuban, tengah mempersiapkan beragam bahan makanan untuk membuat bubur. Bahan-bahan itu diantaranya, beras, daging giling, rempah-rempah, bumbu gule, kelapa dan santan. Hubur itu bakal dibagikan kepada warga sekitar saat berbuka.

“Ini sedang membuat bubur untuk buka puasa, sudah tradisi mas,” kata Abdur rahman, seroang pengurus masjid saat mengaduk bubur, Selasa (07/06).

Membuat bubur untuk takjil (menu buka puasa) di Masjid Mudhor oleh takmir masjid dan warga sekitar sudah jadi tradisi tahunan yang dilakukan setiap hari sepanjang bulan suci Ramadan. Uniknya bubur ini tidak akan dibuat di luar bulan Ramadan, sehingga banyak warga yang datang ke masjid sisi Jalan Pemuda Tuban itu untuk mendapatkan takjil bubur dengan bumbu khas rempah.

Menurut takmir masjid Mudhor, Baagil Bunumay, tradisi unik membuat bubur dalam jumlah besar saat Ramadan itu sudah dijalankan takmir masjid Mudhor sejak berpuluh tahun lamanya. Tidak heran sesuai tempatnya bubur ini kemudian diberi sebutan oleh warga sebagai bubur Muhdor.

“Tradisi ini sudah sangat lama, ketika saya masih kecil ini sudah ada, dan menurut catatan sejak tahun 1937 bubur ini sudah dibuat,” kata Baagil.

Baagil menceritakan, jika bubur tersebut dibuat awalnya untuk menyediakan takjil bagi warga miskin dan dhuafa pada masa itu. Lama-lama berkembang menjadi tradisi. Saat ini tidak hanya dibuat untuk dhuafa saja, namun, untuk semua kalangan yang ingin menikmati lezatnya bubur dengan bumbu gulai ala timur tengah itu.

Menurut Baagil, bubur Muhdor ini adalah hidangan takjil berbuka puasa dengan bumbu khusus yang dimasak di bulan Ramadan saja. Dibutuhkan sedikitnya 28 kilogram hingga 30 kilogram beras, 4 hingga 6 kilo daging kambing giling serta beragam rembah untuk membuat bubur yang akan dibagikan kepada ratusan warga dan jamaah Masjid Muhdor, termasuk belasan butir kelapa untuk santannya.

“Siapa saja boleh minta bubur ini, menjelang magrib nanti. Warga biasa antre, tidak membeda-bedakan status sosial, mau anak kecil atau orang dari manapun yang mau makan di sini boleh, dan antre mulai pukul lima,” ungkap Baagil,

Rasa bubur yang tetap dijaga dan tidak pernah dirubah membuat warga yang pernah merasakan nikmatnya bubur akan rela antre berdesak-desakan. Bahkan jika tidak kebagian, warga akan kembali keesokan harinya lebih awal demi sepiring bubur beraroma khas rempah timur tengah itu.

Di sekitar masjid setelah pukul lima sore nampak dandang besar berisi bubur. Dan puluhan warga berdesakan untuk mendapatkan bubur, tidak hanya orang tua, anak-anak hingga ibu-ibu nampak bergantian menyodorkan wadah mereka untuk diisi bubur oleh petugas  pembagi bubur.

“Kalau sudah bulan puasa saya selalu ikut antri bubur untuk buka puasa. Rasaya enak dan khas, dan hanya ada pada bulan puasa saja,” terang Bunaim, salah satu pengantre bubur. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban