Budidaya Srikaya Hasilnya Menjanjikan

image
Petani srikaya tengah melakukan perawatan

kotatuban.com-Jika selama ini pohon srikaya yang memiliki buah legit nan manis hanya menjadi tanaman pematang ladang atau pekarangan rumah warga. Saat ini warga Kecamatan Semanding tepatnya di Dusun Puthuk, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, mulai membudidayakan buah srikaya sebagai tanaman agribisnis yang menguntungkan.

Saat ini sektor agribisnis dan pertanian menjadi ladang usaha cukup menguntungkan, apalagi usaha tersebut dapat dilakukan paruh waktu atau di sela-sela pekerjaan utama. Hal itu juga yang dirasakan Eko Maskarbulik, seorang perangkat desa yang juga menjadi petani buah srikaya.

Ketertarikan Eko terhadap budidaya buah manis nan legit itu bukan tanpa alasan. Kesukaanya memakan buah tersebut serta didukung dengan lahan luas yang dimiliki,  Eko yang menanami hampir seluruh pematang ladang miliknya dengan pohon srikaya. Saat ini di ladang seluas kuarang dari satu hektar miliknya telah ditanami sedikitnya 600 pohon srikaya.

“Sekarang sekitar 600 pohon Mas, memang tidak saya tanam sebagai tanaman utama. Pohon srikaya hanya menjadi tanaman sela,” terang Eko, Kamis (17/03).

Menurut Eko, membudidayakan buah srikaya tidak sulit, sebab pohon srikaya tidak terlalu membutuhkan perawatan. Selain itu daya tahan buah yang cukup bagus juga tidak masalah jika ditanam di dataran berbatu dan minim air.

“Perawatanya mudah, setiap tahun hanya membutuhkan pemupukan sekali saja, saat musim penghujan. Jika ada dahan pohon yang sudah tua cukup dipotong saja bersamaan dengan pemupukan itu,”  terang Eko.

Biasanya pohon srikaya akan berbuah duakali dalam satu tahun, yakni antara bulan Februari hingga Maret dan bulan Sebtember hingga November. Selain pada bulan-bulan tersebut srikaya tidak akan berbuah alias tidak berproduksi.

“Yang bagus itu saat berbuah di akhir musim penghujan seperti sekarang ini,  ukuran buahnya agak besar dibanding musim lainnya,” papar Eko.

Untuk pemasaran sendiri lanjut Eko, saat ini srikaya sudah menjadi komuditi cukup terkenal. Bahkan pembeli atau tengkulak luar Tuban seperti Surabaya, Kudus dan Madura kerap datang ke ladangnya. Bahkan baru-baru ini pembeli juga mengaku untuk dikirim ke Jakarta.

Harganya juga cukup lumayan dibanding dengan minimnya perawatan budidaya buah itu. Untuk satu wadah berisi sekitar 25 biji srikaya dihargai Rp40.000 hingga Rp50.000 atau rata-rata perbiji antara Rp1.500 hingga Rp2.000. dari situ hasil yang diperoleh dalam sekali panen mencapai Rp3,5 juta.  

Eko yang juga perangkat desa itu berharap, desanya nanti dapat menjadi sentra penghasil buah srikaya. Karena   srikaya dapat dibudidayakan, tidak sekedar menjadi pohon pematang ladang atau hanya ditanam sebagai pagar pekarangan rumah.

Sementara itu, Kepala Desa Bektiharjo, Rastu mengungkapkan, dukuh Puthuk yang masuk wilayahnya memang menjadi kawasan paling banyak buah srikaya. Selain dipekarangan buah ini juga banyak ditanam di ladang dengan kualitas yang lebih bagus dari daerah lainnya.

“Kami berharap, potensi ini dikembngkan dengan begitu perekonomian warga disini juga sedikit meningkat,” harap Kades itu. (kim).

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban