Bupati Huda Launcing Penggilingan Padi

kotatuban.com – Bupati Tuban Fathul Huda, melaunching  Penggilingan Padi Program Hulu Hilir Agro Maritim Jawa Timur di Kabupaten Tuban. Penggilingan tersebut berlokasi di Desa Ngadirejo, Widang.

Gudang penggilingan gabah sekaligus produksi beras ini memiliki luas 1.006 meter persegi yang terdiri dari gudang produksi. Dua mesin dryer yang mereka miliki, masing-masing berkapasitas 30 ton dan 6 ton yang mampu memproduksi beras 36 ton per hari.

Gudang tersebut secara mandiri dikelola oleh Gapoktan Tri Mulyo Tani yang beranggotan 603 petani dengan luas lahan garap mencapai 261 hektar. Adapun hasil produksi beras oleh Gapoktan ini memiliki kualitas medium hingga premium.

Bupati Tuban, Fathul Huda pada kesempatan tersebut menyampaikan, program itu merupakan program strategis apabila dikelola dengan baik. Program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai tambah, selain itu juga solusi penampung gabah saat panen raya. 

“Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terkait. Terima kasih juga kepada Dinas Pertanian Provinsi Jatim yang telah memilih Kabupaten Tuban sebagai pilot project pengembangan program tersebut,” ungkapnya.

Bupati Huda merasa yakin dan optimis pada pemasaran beras yang diproduksi.  Selain itu, keberadaan gudang penggilingan tersebut merupakan permulaan. Perlu adanya peningkatan kualitas SDM untuk dapat mengolah gabah menjadi beras siap jual. Tidak hanya itu, sangat penting membangun jaringan guna mendukung pemasaran yang lebih luas. 

Orang nomor satu di Kabupaten Tuban ini menambahkan, Kabupaten Tuban saat ini mengalami surplus beras, sehingga diharapkan akan mencukupi ketersediaan beras lokal untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Tuban. 

“Saya harap ke depannya beras  dari sini bisa menyuplai semua wilayah kecamatan,” jelas Bupati Huda. 

Sementara itu, Kepala DPKP Kabupaten Tuban, Murtadji menyatakan bahwa program Hulu Hilir Maritim dilaksanakan di lima kabupaten di Jawa Timur.

“Dan sampai saat ini, Kabupaten Tuban menjadi yang terbaik dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

Program ini dibuat untuk mempermudah petani dalam hal pengolahan dan pemasaran, sebab selama ini petani dianggap masih kesulitan dalam dua hal tersebut.

“Selama ini pertanian kita masih pada pengaturan di hulu saja, dengan adanya program ini, masalah pemasaran diharapkan tidak jadi masalah lagi bagi petani kita,” imbuhya.

Adapun dipilihnya Kecamatan Widang sebagai Pilot Project karena dinilai memiliki karakteristik yang mampu melaksanakan tanam padi hingga tiga kali dalam setahun. Demi keberhasilan program tersebut, pendampingan langsung diberikan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban maupun Provinsi, serta Dewan Riset Daerah Jawa Timur. 

Murtadji menambahkankan bahwa dengan Program Hulu Hilir Agro Maritim dari Pemprov Jawa Timur, Gapoktan Tri Mulyo Tani mendapat modal pinjaman sebesar Rp. 9,6 miliar dengan bunga 6 persen per tahun dari Bank Jatim.

Program ini program mandiri dimana semua pembelian alat dan pengelolaan dilakukan secara mandiri oleh anggota Gapoktan. Sedangkan untuk pemasarannya, saat ini telah bekerjasama dengan bank BNI 46 melalui agen BNI 46 yang menjadi penyedia beras dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta dengan bank atau lembaga lainnya. (rto

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban