Cari Belalang, Empat Hari Hilang di Hutan

kotatuban.com – Gara-gara mencari belalang Pujiono (38), seorang petani warga Desa Kayen, Kecamatan Bancar, dinyatakan hilang di hutan. Pujiono dinyatakan hilang sudah empat hari terakhir lantaran tidak kunjung pulang sejak dia berangkat mencari belalang ke kawasan hutan.

Pujiono berangkat mencari belalang sejak Minggu 15 Mei 2016 lalu ke kawasan hutan jati di Desa Jatisari, Kecamatan Bancar. Dia berangkat mencari belalang bersama dengan empat temannya.

Kini petugas kepolisian bersama dengan warga dan pemerintah desa masih melakukan pencarian terhadap korban.

Dari informasi yang dihimpun kotatuban.com, hilangnya Pujiono berawal saat dia berangkat mencari belalang pada Minggu sekitar pukul 19.00 Wib. Korban bersama dengan empat orang temannya berkumpul di satu titik di kawasan hutan untuk memarkir sepeda motor mereka.

”Saat sampai di hutan mereka berlima masuk hutan dan berpencar dengan jarak sekitar 10 meteran. Mereka sama-sama mencari belalang di kawasan hutan KPH Jatisari,” terang Kapolsek Bancar,  AKP Basir, Rabu (18/05).

Saat selesai mencari belalang mereka sudah sepakat untuk bertemu lagi di titik kumpul awal yang digunakan memparkir sepeda motor. Saat itu korban dalam posisi paling depan dan pada waktu hendak balik ke tempat parkir sepeda motor korban sambil terus mencari belalang.

”Menurut saksi, korban sempat diteriaki oleh teman-temannya untuk diajak balik. Tapi korban tidak muncul-muncul dan teman-temannya sempat melakukan pencarian tapi tidak juga ditemukan,” ungkapnya.

Setelah beberapa lama melakukan pencarian tidak juga menemukan jejak Pujiono. Empat teman korban langsung pulang ke rumah untuk melaporkan jika korban hilang di hutan. Setelah itu mereka lapor ke pihak desa dan kemudian lapor pada pihak kepolisian Polsek Bancar.

“Sampai saat ini masih belum ditemukan. Kita dan pihak Perhutani bersama-sama dengan warga masyarakat masih melakukan pencarian di sekitar hutan hilangnya korban,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban