CHJ Tuban Dihimbau Waspadai Wabah Mers-CoV

Jamaah haji Indonesia. ilustrasi : puskeshaji.depkes.go.id
Jamaah haji Indonesia. ilustrasi : puskeshaji.depkes.go.id

kotatuban.com-Musim haji tahun ini masih beberapa bulan lagi, namun demikian banyak hal yang harus diperhatikan calon jamaah haji (CHJ) asal Indonesia, termasuk yang berasal dari Kabupaten Tuban, terutama masalah kesehatan. Hal ini menyusul wabah  Middle East Respiratory Corona Virus atau yang dikenal virus Mers-CoV yang banyak ditemukan di negara Arab Saudi.

Untuk itu, para jamaah haji dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan kondisi fisiknya sebelumn berangkat ke tanah suci, agar ibadah haji tidak terganggu. “Pertama, para jamaah haji harus menjaga kesehatan terutama mereka yang sudah berusia lanjut,” ujar Dr Saiful Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, saat ditemui kotatuban.com dikantornya.

Saiful menjelaskan, cara menjaga kesehatan bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi dan tetap menjaga vitalitas fisik. Adapun makanan yang dianjurkan agar tubuh lebih sehat antara lain sayuran, buah, dan ikan.

“Buah dan sayuran secara alami mengandung banyak vitamin yang baik bagi tubuh dan kesehatan,” sambung Dr Saiful.

Terkait wabah Mers-Cov yang menyerang di berbagai negara termasuk Arab Saudi, Dr Saiful mengatakan, jamaah haji  harus selalu menggunakan masker, terutama di tempat keramaian dan tempat umum, untuk menghindari kontaminasi penyebab gangguan kesehatan.

“Juga penting menggunakan masker serta menghindari kontak dengan hewan, karena selama ini Mers diketahui berasal dari hewan,” katanya Saiful.

Sementara, apakah diperlukan vaksin sebelum jamaah haji asal Indonesia berangkat ke Arab, Syaiful mengatakan, hal tersebut dapat dilakukan untuk menghindari berbagai serangan kesehatan selama melaksanakan  ibadah haji.

“Vaksinasi yang dibutuhkan calon jamaah antara lain vaksinasi meningitis, influenza dan pneumonia,” jawab Saiful.

Vaksinasi paling baik dilakukan maksimal 2 minggu sebelum perjalanan. Karena pembentukan antibodi akan membutuhkan waktu sekitar 14 hari dan antibodi akan aktif selama 3 tahun.

Terpisah, Kasi Pelaksana Haji dan Umroh,  Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban Siti Maulidiyah mengatakan, setiap calon jamaah haji  tetap menjaga kesehatan agar menjelang keberangkatan dan pelaksanaan ibadah nanti tetap dalam kondisi fit dan sehat. “jamaah haji harus menjaga kesehatan, jangan sampai menjelang pemberangkatan malah sakit,” himbau Maulidiyah. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban