Demo Pasca Pilkada, TOSC Mengaku Tak Tahu Menahu

image
Demo pengguna vespa beberapa waktu lalu yang mengaku mewakili TOSC

kotatuban.com – Klub Vespa  Tuban Ono Scooter (TOSC), mengaku  kelompoknya tidak ikut terlibat dan tidak tahu menahu terkait aksi demo yang digelar pada Kamis 17 Desember 2015 lalu.

Saat itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih dan sekelompok pengguna vespa melakukan aksi Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tuban tahun 2015. Aksi tersebut dilakukan di kantor Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Tuban, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, dan Polres Tuban.

”Kami ingin mengklarifikasi dan menegaskan bahwa TOSC tidak terlibat dalam aksi demo tersebut. Dan kami juga tidak faham dengan aksi demo itu,” jelas Ketua TOSC, Samsuri, dalam keterangan tertulis yang ditujukan untuk media di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, di demo tersebut hanya ada satu anggota klub atau komunitas TOSC yang mengikuti aksi. Itupun atas nama pribadi, dan bukan atas nama kelompok. Sementara untuk pengguna vespa yang lain sama sekali bukan anggota dari TOSC.

”Kami tidak pernah membahas ataupun memutuskan kegiatan itu, bahkan kami sendiri tahu kegiatan tersebut justru berasal dari pemberitaan media,” kata Samsuri.

Lebih lanjut Samsuri mengatakan, TOSC adalah komunitas yang terbentuk karena hobi yang sama dengan program sosial. Sama sekali tidak ada kepentingan politik di dalamnya. Selain itu, semua anggota yang sudah terdata di buku induk juga diupayakan tertib berlalu lintas untuk menjaga nama baik komunitas.

“Sekali lagi kami tegaskan tidak terlibat dengan aksi unjuk rasa pada Kamis 17 Desember 2015 lalu, yang dilakukan sebuah LSM dan pengguna vespa,” tegas Samsuri.

Sebelumnya, LSM Merah Putih dan sejumlah pengendara vespa melakukan aksi dengan menyerahkan surat kepada Panwaskab, KPU, dan Polres Tuban. Demo digelar dengan tuntutan utama agar ketiga instansi ini mengusut dan memproses laporan dugaan ijazah palsu milik Paslon Incumben, Fathul Huda. Aelain itu juga menuntut penyelenggara Pemilu untuk mengundurkan diri. Pasalnya, penyelenggara pemilu dianggap gagal karena tingginya angka golput pada Pilkada Tuban 9 Desember 2015 lalu.

Saat itu, seorang pengendara vespa,  bernama Bambang Supriyadi, mengaku sebagai wakil ketua TOSC kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya di halaman Polres Tuban. Ketika diwawancarai, Bambang mengatakan tidak tahu apa misi dan tujuan digelarnya aksi. Dia hanya mengatakan, tidak ada salahnya apabila pihaknya mendukung LSM Merah Putih untuk menyampaikan aspirasi. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban