Di Tuban Lima Belas Ribu Warga Buta Aksara

image
Kepala Dikpora Tuban, Sutrisno

kotatuban.com-Sebanyak 15.000 orang warga Kabupaten Tuban masih buta aksara alias tidak dapat baca dan tulis. Jumlah tersebut termasuk tinggi, sehingga, Kabupaten Tuban menjadi salah satu dari 10 kabupaten di Jawa Timur dengan kaasus buta aksara tertinggi.

Kepala Dias Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, Sutrisno, mengatakan, persoalan buta aksara memang belum dapat dilepaskan dari Kabupaten Tuban. Namun begitu, pihaknya memastikan jika warga Tuban yang buta aksara adalah warga dengan rentang usai 50 hingga 60 tahun, bukan anak usia sekolah atau putus sekolah.

“Sekarang ini seluruh warga Tuban dengan usia sekolah hampir seluruhnya sudah bersekolah. Kalau sekarang ada yang masih buta aksara itu adalah orang tua yang dahulu tidak bersekolah,” kata Sutrisno, Jumat (22/01).

Dijelaskan Sutrisno, Dikpora melalui program melek aksara juga terus berupaya mengurangi jumlah warga yang tidak dapat baca dan tulis. UPT Dinas Pendidikan terus memberikan bimbingan baca tulis kepaafa warga buta aksara.

“Kami terus berupaya mengurangi buta aksara itu, namun, namanya orangtua yang tidak bisa baca, terkadang sekrang diajarkan dan sudah bisa membaca beberapa bulan lagi mereka lupa,” terang Sutrisno.

Diakui Sutrisno, di Kabupaten Tuban terdapat beberapa kecamatan yang masih cukup tinggi angka buta aksaranya, salah satuya adalah kecamatan Kecamatan Kerek.

“Di Kabupaten ini kecamatan Kerek masih tertinggi buta aksaranya,” katanya

Sutrisno berharap peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam memerangi buta aksara. Salahsatunya dengan mengajak warga Tuban yang belum dapat membaca tulis mengikuti kegiatan pengentasan buta aksara Dinas Pendidikan di tiap-tiap kecamatan.

“Ayo masyarakat Tuban yang belum dapat membaca, dukung program kami dengan mengikuti kegiatan belajar atau melek aksara yang kami selenggarakan,” imbau Sutrisno. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban