Diduga Depresi, Akhiri Hidupnya Diareal Tambang SG

kotatuban.com – Diduga mengalami depresi pemuda warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, nike air max 90 pas cher nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. cheap fjallraven kanken Chaussure Asics Gel Noosa Tri 11 Pemuda tersebut mengakhiri hidupnya di area cruser PT Semen Gresik Tuban, tempatnya bekerja sebagai tenaga kebersihan, Selasa (04/07).
Informasi yang berhasil dihimpun kotatuban.com, pria yang nekat mengakhiri hidupnya tersebut bernama Koirudin (22). Javier Baez Jersey Sedangkan, korban sendiri belum lama ini tercatat sebagai pekerja pada perusahaan PT Swabina Gatra anak perusahan dari PT Semen Indonersia.
”Dia sudah lama kerja di sini mas, sebelumnya kontrak di PT lain, dan baru dua bulan ini ikut Swabina sebagai tenaga kebersihan,” ujar Wiji, Sac à Dos Kanken Fjallraven warga Karanglo, Nike Air Huarache Dames tetangga korban.
Menurut Wiji, tidak ada yang tahu apa yang menjadi motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut. Nike Kyrie Irving Pasalnya, korban juga tidak pernah bercerita permasalahan yang ia hadapi kepada rekan-rekannya. asics gel nimbus 14 mujer Sebelum ditemukan mengantung di ruangan cruser transport file Tuban 4 sekitar pukul 08-00 Wib, adidas pas cher sejak pagi korban sudah mulai menghindar dari teman-temanya.
”Yang pertama kali melihat koban rekan kerjanya. Mochilas Kanken Mini Karena korban meninggalkan rekan kerjanya satu siff seorang diri. Detroit Pistons Dan rekan korban itu menemukan korban telah dalam kondisi sudah tergantung,” cerita Wiji.
Oleh teman korban, temuan itu kemudian dilaporkan kepada pekerja lainnya yang kemudian diteruskan kepada keluarga, perangkat desa dan pihak kepolisian. nike air max 2016 grijs Kemudian jasad korban kemudian diturunkan dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas identifikasi Polres Tuban.
”Masih dalam lidik petugas, yang jelas korban ditemukan tadi tergantung dengan tali yang diikatkan ke bagian atas ruangan cruser.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban