Dinas Perekonomian Bentuk Tim Pengawas Pupuk

image
Petani mulai butuh pupuk.

kotatuban.com-Memasuki musim tanam, petani meminta kepada Dinas Pertanian dan Dinas Perekonomian Tuban menjaga stabilitas harga pupuk. Selain itu juga stok pupuk tetpenuhi, sehingga, petani tidak kesulitan pupuk.

Mereka khawatir saat padi atau jagung yang mereka tanam pada musim penghujan ini tidak mendapatkan pupuk lantaran harganya yang tidak terjangkau serta ketersediaan di pasar yang langka.

Kekhawariran itu muncul lantaran setiap musim tanam harga pupuk tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Tidak hanya itu, tingginya kebutuhan juga seringkali dimanfaatkan oknum nakal untuk meraup keuntungan dengan menaikan harga, mengurangi stok, bahkan memalsukan pupuk.

“Sekarang sudah waktunya pemupukan tanaman, ya padi ya jagung, petani penginnya harga tidak terlalu tinggi,”  ujar Warmani (57), petani warga Desa Sendang, Kecamatan Senori, Tuban, Rabu (23/12).

Tidak hanya harga tingggi, Warmin dan petani lain juga meminta pemerintah, menjaga stok pupuk. Sebab, jika pupuk sulit didapatkan bukan tidak mungkin waktu pemupukan tanaman jadi terlambat dan akan berdampak pada kualitas pertumbuhan tanaman.

“Yang paling penting itu sebenarnya adalah ketersediaan barang, kalau harga biasanya petani masih akan beli sekalipun mahal agar dapat memupuk tanaman,” terang Warmani itu.

Hal senada juga diungkapkan petani lain warga Kecamatan Grabagan, Tuban. Petani itu meminta dinas terkait melakukan pngawasan. Jika perlu turun ke lapangan untuk menghindari permainan pemilik kios pupuk.

“Musim tanam tahun lalu di sini kesulitan pupuk, jangan sampai ini terulang lagi. Harapannya dinas mengawasi terutama pemilik kios pupuk itu, “ harapnya.

Menanggapi keluhan harga pupuk, Kepala Dinas Perekonomian Kabupaten Tuban, Farid Achmadi berharap harga pupuk tidak akan dijual di atas ketetuan HET. Pihaknya mengaku, juga telah membentuk tim pengawas untuk memastikan harga pupuk tidak dimainkan oknum tak bertaggungjawab.

“Untuk mengantisipasi ketersedian dan harga pupuk tak sesuai HET, kami sudah membentuk tim yang nantinya akan mengawasi peredaran sekaligus harga pupuk, masyarakat tidak perlu khawatir,”  tegas Farid.

Sementara itu,  HET pupuk  jenis NPK Rp 115.000 per zag berisi 50 kilogram, pupuk urea Rp 90.000 per zag, dan pupuk ZA harganya Rp 70.000 per zag. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban