Dipenjara Malah Dijadikan Tersangka Gratifikasi

image
Polres saat tunjukkan bukti gratifikasi yang diterima tersangka

kotatuban.com– Nasib sial kembali menimpa Wahyudi. Lelaki yang kini mendekam di tahanan karena kasus penggelapan mobil itu, kini malah jadi tersangka gratifikasi. Lelaki asal Sidoarjo yang juga sudah dipecat dari PNS BKD Tuban itu dilapurkan ke polisi okeh sejumlah warga yang menjadi kurbannya.

Wahyudi, warga Sidoarjo itu melakukan aksinya pada pertengahan Mei 2015 lalu ketika pelaku masih menjabat sebagai pegawai di BKD Tuban. Saat pemerintah membuka perekrutan tenaga PNS, dengan modus menawarkan bantuan dapat meloloskan menjad PNS, para korbanya dimintai membayar uang sebesar Rp150 juta per orang.

“Sedikitnya ada 12 orang yag menjadi korban, semuanya ingin menjadi pegawai dengan cara instan. Mereka telah membayar uang muka antara Rp30 juta hingga Rp75 juta,” terang Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayani, Kamis (08/10).

Sayangnya, setelah uang diberikan dan berkas persyaratan pendaftaran diserahkan kepada pelaku,  korban tidak kunjung menerima informasi hasil pendaftaran PNS, hingga akhirnya diketahu pelaku telah menipu para korbanya.

“Awalnya tidak dilaporkan polisi karena pelaku berjanji akan mengembalikan uang para korbanya, namun karena terlalu lama akhirnya para korban melapor,” kata Elis.

Akibat perbuatanya itu, pelaku yang menerima gratifikasi dikenakan pasal 12, huruf  e Undang-Undang nomor 20 tahun 2001, atas perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Untuk diketahui, tersangka Wahyudi, sebelum ditetapkan sebagai pelaku korupsi telah ditangkap petugas atas perkara  penggelapan kendaraan bermotor. Kasus tersebut kemudian berkembang pada kasus korupsi setelah diketahui motif penggelapan itu untuk membayar janjinya kepada sejumlah korban penipuan PNS yang dia lakukan.

Sementara pelaku kini masih menjalani hukuman atas kasus pertamanya di lembaga permasyarakatan, dan segera akan menjalani hukuman kedua atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

“Kami menghimbau, warga tidak mudah percaya dengan tawaran oknum petugas tidak bertanggungjawab, apalagi dengan imbalan uang. Lebih baik mendaftar dengan cara yang benar agar saat menjadi pejabat pemerintah juga benar,” himbau Elis. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban