Dishub Himbau Tak Bayar Jukir Jika Sudah Berlangganan

kotatuban.com– Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Mudji Slamet, meminta kepada masyarakat Kabupaten Tuban yang sudah membayar retribusi parkir berlangganan, melalui pembayaran pajak tahunan di Kantor Bersama Sistem Atministrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), tidak lagi membayar kepada petugas parkir atau juru parkir yang bertugas ditepi jalan umum. 

“Kalau sudah melakukan pembayaran berlangganan tidak perlu bayar lagi kepada Jukir,” kata Mudji Slamet kepada kotatuban.com, Senin (18/12). 

Menurut mantan Camat Soko ini, petugas parkir yang bertugas di tepi jalan juga sudah memerima honor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat, pengguna kendaraan yang memarkir kendaraanya di tepi jalan umum, dan yang sudah berlangganan. 

“Mereka akan melayani dengan baik pengguna kendaraan yang kebetulan parkir ditepi jalan tanpa harus diberikan uang parkir lagi,” katanya. 

Mudji menjelaskan, pihak Dinas Perhubungan tidak hanya menghimbau kepada masyarakat yang sudah membayar retribusi membayar parkir kepada para jukir dijalan. Namun, juga terus memberi pembinaan bagi petugas. Pembinaan itu bertujuan diantaranya, agar jukir tidak memungut biaya parkir kepada pengguna kendaraan yang sudah berlangganan. Bahkan, harus menolak jika diberikan uang kepada pelanggan. Kecuali untuk kendaraan yang belum berlangganan atau bernopol luar Tuban harus ditarik parkir, tapi tetap harus memberikan karcis. 

“Disamping itu, pembinaan dan edukasi bagi para jukir terus kami tingkatkan, bahkan kami menyarankan kepada mereka menolak jika ada penggunajalan yang memberikan uang kepada mereka, ini sebagai komitmen kami atas retribusi langgana yang sudah diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Parkir tepi jalan umum Gatot mengatakan, saat ini ada 193 Juru parkir dilapangan, ditambah sejumlah pengawas untuk memastikan tidak ada oknum jukir nakal dengan masih sengaja memungut parkir dijalan kepada warga Tuban. 

“Tugas mereka adalah menjaga parkir, memastikan lalulintas diwilayahnya aman dan lancar,  selain tugas itu tidak kami perkenankan meminta parkir lagi, jika ada yang nakal kami evaluasi berdasarkan laporan pengawas,” terang Gatot. 

Seperti diketahui, sejak diterapkan parkir berlangganan, pada September tahun lalu, program itu telah menyumbat kebocoran retribusi parkir cukup signifikan, disamping telah mampu menyumbang pemdapatan asli daerah yang semula tidak sampai 700 juta Per tahun menjadi 7,13 Miliar Pertahun.

“Alhamdulillah, selain aman dan parkir lebih tertata, program juga telah menyumbang peningkatan PAD dari sektor ini,” tambah Gatot. (rto

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban