Dituduh Mencuri Siswa MA Dihajar Hingga Tewas

Korban saat di Puskesmas Singgahan
Korban saat di Puskesmas Singgahan

kotatuban.com – Teguh Purnomo (15) siswa Madrasah Aliyah (MA) Tanggir, Kecamatan Singgahan tewas setelah dihajar beramai-ramai oleh temannya sendiri, Senin (30/11).

Masalah ini kini ditangani polres Tuban. Sayang, pihak kepolisian masih merahasiakan identitas pelaku dengan dalih untuk kepentingan penyidikan.

Korban tewas dengan kondisi mengenaskan di Puskesmas Singgahan. Korban ditemukan oleh temannya di kamar pondok dalam kondisi kritis. Muka dan badannya terlihat memar. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Singgahan dan tak lama kemudian menghembuskan nafas terakhir. Karena meninggal dalam kondisi tidak wajar, akhirnya pihak Puskesmas melaporkannya ke Polsek Singgahan.

Korban diduga dikeroyok sejumlah teman-teman seusianya lantaran diduga ketahuan mencuri uang milik temannya sendiri yang juga tinggal di Ponpes tersebut.

”Tadi di Puskesmas Singgahan ada anak yang meninggal. Kemudian sama petugas Puskesmas di laporankan ke Polsek karena korban ini meninggal dalam kondisi tidak wajar,” terang Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta.

Dengan adanya laporan tersebut, petugas kepolisian langsung turun di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Petugas langsung melakukan identifikasi terhadap kondisi mayat pelajar tersebut.

”Dugaan sementara korban ini dianiaya oleh teman-temannya. Karena dari hasil pemeriksaan sementara korban mencuri uang milik temannya,” ungkapnya.

Akibat penganiayaan tersebut untuk pelajar itu mengalami luka-luka memar pada bagian mulut, pada bagian mata dan juga pingangnya. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamara jenazah RSUD dr R Koesma Tuban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Saat ini korban sudah di kamar jenazah RSUD Tuban. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut,” pungkasnya. (duc)

 

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban