DLH Uji Air di Sungai Sekitar Pencucian Pasir Silika 

kotatuban.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban, melakukan pengecekan dan uji lab terhadap kondiai air sungai yang berada tidak jauh dari aktifitas pencucian pasir silika didesa Jenggolo, Kecamatan Jenu,Sabtu (1/12).
Pengambilan sample (contoh) air dilakukan di dua titik yakni sebelum dan sesudah tempat aliran air bekas aktifitas perusahaan pencucian pasir tersebut.
“Diujung kami ambil contoh airnya, apakah ada perbedaan yang menurut laporan warga kemarin keruh akibat aktifitas perusahaan,” ujar Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkunga, Dinas lingkungan Hidup Tuban, Purnomo Sidi.
Menurut Purnomo,  pemeriksaan kondisi air setelah sebelumnya ada laporan keruhnya air yang diduga akibat aktifitas perusahaan pencucian pasir silika tersebut. Selain itu, perusahaan diduga juga membuang limbah bekas pencucian pasir silika langsung ke aliran sungai tanpa melalui tahap pemurnian atau penyaringan terlebih dahulu.
“Ada laporan dari warga, tentunya tugas kami adalah menindak lanjuti apa yang disampaikan kepada kami itu benar apa tidak,” jelas Purnomo.
Selain itu, pihak Dinas juga telah melakukan komunikasi ke pihak perusahaan atas dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi tersebut. Selanjutnya perusahaan diminta untuk melakukan pemurnian sebelum membuang air sisa pencucian pasir, agar air tidak keruh dan nencemari lingkungan.
Sementara itu, manager PT Bara Niaga Sejahtera, Sofi Udin, mengaku jika keruhnya air tidak sepenuhnya berasal dari aktifitas perusahaan pencuaian pasir silika, namun kondisi hujan di hulu sudah membuat air tidak begitu jernih. Selain itu perusahaan juga sudah melakukan prosedur yang sudah semestinya, yakni melakukan pemurnian air sebelum dialirkan ke sungai.
“Kami sudah melakukan prosedur pemurnian demgan bak penampungan,  kami titak buang langsung air bercampur lumpur, kami murnikan dulu baru kami dialirkan ke sungai,  kemarin ada sedikit kebocoran dan tidak terlalu lama, ” terang Sofiudin,  dilokasi pengambilan contoh air oleh petugas Lab DLH.
Sofi juga menyebut,  jika pihak perusahaan menjamin tidak ada limbah kimia yang dibuang kesungai dan dapat membahayakan, sebab limbah aktifitas perusahaan hanya air bercampur lumpur, itupun sudah dimurnikan, dengan mengendapkan air bekas cucian, agar air yang di buang kesungai sudah dalam kondisi bersih tidak bercampur lumpur.
“Kami terus menjaga komunikasi dengan warga sekitar. Limbah kami hanya air keruh bukan limbah kimia, cukup di endapkan sudah jernih, ” pungkasnya. (rto)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban