DPO, Oknum Wartawan Trans 9 Ditangkap Polisi

image
Kasto, oknum wartawan yang diduga memeras

kotatuban.com – Kasto warga Genaharjo, Kecamatan Semanding berhasil ditangkap petugas kepolisian dari Polres Tuban. Lelaki ini setelah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Tuban sebulan setengah. Kasto merupakan oknum wartawan Trasn 9 komplotan dari Mukhamad Mutoin yang sudah tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada awal tahun 2016 lalu.

Kasubang Humas Polres Tuban, AKP Elis Suindayati saat dikonfirmasi  kotatuban.com, Senin (15/02) mengungkapkan, penangkapan tKasto ini dilakukan di tempat tinggalnya tanpa perlawanan setelah menjadi pelarian sebulan lebih.

”Menurut pengakuan tersangka, selama ini dirumah saja. Akan tetapi setelah kita tangkap Mukhamad Mutoin, tersangka ini kita cari tidak ada, akhirnya kita nyatakan sebagai DPO Polres. Dan berhasil kita tangkap beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masih ada satu lagi yang menjadi DPO komplotan dari Mukhamad Mutoin, yakni Imam Ahmadi warga Desa Palang, Tuban yang disinyalir juga ikut dalam kasus pemerasan dan ancaman terhadap Iwan Budiarto warga Jalan Pramuka Tuban.

”Iya, masih ada satu lagi yang masih menjadi DPO. Kami berharap kooperatif, baik keluarganya maupun tersangka sendiri, karena dari keterangan warga sekitar, saudara Imam Ahmadi ini melarikan diri keluar jawa,” terang AKP Elis.

Akibat kasus pemerasan dan ancaman tersebut, Mukhamad Mutoin dan berkasnya, saat ini sudah diserahkan ke Kejaksaan, sementara Kasto masih ditahan dan di BAP Polres Tuban.

“Mereka kita jerat dengan Pasal 368 Ayat (1) KUHP, Sub Pasal 369 Ayat (1) KUHP, Subs Pasal 335 Ayat (1) ke 2 E KUHP, dengan ancaman pidana 7 tahun,” ungkapnya.

Diketahui, pemerasan bermula saat korban Iwan Budiyanto (35), asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban menagih hutang kepada seseorang di salah satu tempat kos di kawasan Jalan Diponegoro, Tuban. Ketika pulang, korban salah mengambil helm yang ternyata milik salah satu teman Mutoin.

Korban lantas dituduh melakukan pencurian, sehingga para tersangka meminta sejumlah uang agar kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum. Awalnya mereka meminta Rp10 juta, tetapi berhasil dinego kakak korban menjadi Rp 4 juta. Tersangka tertangkap tangan ketika mengambil uang hasil pemerasan di swalayan Samudra, Jalan Diponegoro, Tuban. Kasus tersebut terjadi pada 1 Januari 2016 lalu. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban