DPRD Minta Aktivitas RSUD Tak Ganggu Warga

image
Pembakaran limbah RSUD timbulkan asap hitam.pekat

kotatuban.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban meminta kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (DPRD) dr. R. Koesma Tuban agar tidak mengganggu atau meresahkan masyarakat sekitar dalam semua aktivitasnya. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KomisiC DPRD Tuban Tri Astutik saat dikonfirmasi kotatuban.com, Sabtu (30/01) terkait asap pembakaran limbah RSUD yang meresahkan dan mengganggu warga yang bermukim dibelakang rumah sakit tersebut.

”Semua kegiatan yang dilakukan RSUD tidak boleh merugikan atau meresahkan masyarakat. Dan jika terjadi sesuatu kepada masyarkat yang disebabkan oleh pembakaran limbah, RSUD harus bertanggungjawab,” ungkap politisi asal Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut Tri Astutik mengatakan, sudah sering kali keluhan dari masyarakat terkait pembakaran limbah di RSUD. Dan pihaknya juga pernah menyarankan agar rumah sakit  melakukan pembangunan cerobong asap baru, yang lebih tinggi dan bagus. Sehingga, asap pembakaran dari limbah tersebut tidak mengganggu warga.

”Kita sudah pernah membicarakan terkait cerobong asap ini dengan RSUD. Kita berharap cerobong pembakaran yang baru untuk segera difungsikan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya,  warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban mengeluhkan pembakaran limbah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr R Koesma Tuban menimbulkan polusi udara. Warga khawatir asap dari pembakaran limbah rumah sakit tersebut dapat menimbulkan polusi dan menimbulkan penyakit bagi warga yang rumahnya berada disekitar lokasi pembakaran tersebut. 

Pembakaran limbah tersebut dilakukan pada pagi hari, sehingga asapnya mengarah ke utara. Sementara di bagian utara, pemukiman padat penduduk dan pasar yang masuk di wilayah Kelurahan Sidorejo, Tuban. Warga khawatir, limbah yang dibakar dan  menimbulkan polusi ini adalah limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang bisa membahayakan kesehatan mereka. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban