Cabai Rawit Tembus Rp 58 Ribu Per Kilogram 

kotatuban.com – Harga cabai disejumlah pasar tradisonal di Kabupaten Tuban mengalami lonjak cukup signifikan. Di pasar tradisional Jalan Gajahmada Tuban, harga cabai rawit bahkan telah menembus angka Rp58.000 per kilogramnya.  

Menurut Ani, ibu rumah tangga yang belanja di Pasar Baru Tuban, harga cabai rawit sebelumnya hanya Rp35.000 per kilogram. Kenaikan beberapa kali terjadi terhitung sejak akhir bulan Novemver lalu, dan saat ini sudah menembus harga Rp58.000 per kilogramnya.

“Harga cabai naik terus, cabai rawit malah paling mahal harganya,” kata Ani,  Kamis (10/11).

Berdasarkan data pantauan harga Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pasar Tuban, secara rinci harga cabai , masing-masing cabai keriting naik dari harga Rp50.000 per kilo, menjadi Rp 55 ribu per kilogram. Selanjutnya, cabai rawit naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 58 ribu per kg. Sedangkan harga cabai biasa berada pada harga Rp53.900 per kilogramnya.

Tidak hanya cabai, kebutuhan dapur lainya seberti ikan asin dan teri juga naik dari harga Rp60.000 menjadi Rp65.000 per Kilogram. Sementara untuk harga sayuran rata-rata naik sebesar seribu rupiah per kilogram, salah satunya kentang dari harga Rp12.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogramnya.

“Klau cabai mungkin karena musimnya lagi hujan ya mas, makanya tidak teralu banyak stok, makanya naik, biasanya kan seperti itu,” kata Nurjanah salah seorang pedagang sayur mayor.

Tak hanya itu, para pedagang mengaku tidak berani menyetok terlalu banyak cabai. Sebab daya beli masyarakat juga menurun akibat tingginya harga ini. 

“Saat ini tidak berani membeli cabai banyak banak, kalau gak laku rugi bobotnya turun terus,” ungkap Nur Janah ini.

Tingginya harga cabai ini diprediksi masih akan terus terjadi.  Sebab, sebagian besar petani cabai saat ini tengah memasuki masa tanam. Sementara tanaman cabai sebelumnya mulai tidak produktif karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat bagi tanaman berbuah pedas itu. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.