Akibat Cuaca Buruk, Udang Vaname Mati Mendadak

kotatuban.com – Cuaca buruk yang terjadi beberapa pekan terakhir tidak hanya membuat resah nelayan dan petani saja. Namun, para pengusaha udang vaname juga terancam gulung tikar. Pasalnya, saat cuaca buruk udang vaname banyak yang terserang penyakit dan mati mendadak.

Terserang virus udang banyak yang mati
Terserang virus udang banyak yang mati

Samsudi (42) salah satu pengusaha udang vaname, asal Desa Temaji, Kecamatan Jenu, saat dikonfirmasi kotatuban.com, Minggu (26/1) mengungkapkan, dengan tingginya itensitas hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat PH atau derajat keasaman tambak cukup tinggi.  Dengan meningkatnya PH air tambak, juga membuat kadar amoniak meningkat.

”Dengan meningkatnya PH air tambak yang berakibat meningkatnya kadar amoniak membuat udang rentan terhadap serangan white sport dan virus myo. Jika sudah terserang penyakit dan virus ini udang akan mati,” tandasnya.

Menurutnya, sehingga jika udang telah terserang white sport dan virus myo harus segera dipanen. Jika tidak udang akan mati secara massal karena tertular penyakit dan virus tersebut. Sedangkan, jika dipanen secara normal per kilogram udang vaname berisi sekitar 10 sampai 12 ekor udang. Dan jika dipanen secara dini per kilogram udang vaname bisa berisi 20 sampai 35 ekor udang. ”Untuk harga udang vaname per kilogramnya berkisar Rp 75 ribu. Sehingga, kita mengalami kerugian yang lumayan besar,” tuturnya.

Lebih lanjut Samsudi mengatakan, dengan adanya cuaca yang buruk ini hasil panen menyusut hingga 50 persen. Biasanya, saat cuaca normal per hektar tambak bisa panen hingga 80 ton udang. Namun, saat ini perhektar pengusaha tambak udang hanya bisa memanen sekitar 40 ton udang saja. ”Jadi penyusutan perolehan panen kita hingga 50 persen. Dan saya berharap kondisi cuaca seperti ini segera bisa normal kembali,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.