Di Wilayah Selatan Tuban Harga Bensin Eceran Mulai Naik

Antrean pembelian BBM disalah satu SPBU
Antrean pembelian BBM disalah satu SPBU

kotatuban.com-Meski ketetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga hari ini belum ditetapkan, namuan sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Tuban. Harga bahan bakar jenis bensin sudah mulai naik. kenaikan tidak terjadi di Stasiiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), melainkan penjual bensin eceran yang mulai mematok harga Rp8.000 untuk satu liter bensin.

Kondisi tersebut terjadi sejak dua minggu terakhir, dan hingga hari ini telah meluas dan dikabarkan merambah sedikitnya di 5 kecamatan yang ada di Tuban wilayah selatan.

Ke lima kecamatan tersebut, meliputi Kecamatan Parengan, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Senori, Kecamatan Jatirogo, dan sebagian di wilayah Kecamatan Kenduruan.

“Saya membeli bensin eceran harganya naik seribu, menjadi delapan ribu sebotol ( 1 liter),” terang Khusni (23), warga asal Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

Diakui sejumlah warga kenaikan harga bensin tersebut cukup mengagetkan, sebab wacana kenaikan bbm jenis bensin itu dikabarkan akan dilakukan pada pertengahan nopember mendatang.

“Butuh kok Mas, jadi ya mau tidak mau harus membeli karena di sini juga tidak ada pom bensin,” kata Istihar (28) warga Desa Jatisari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

Seorang penjual bensin eceran mengaku menjual dengan harga lebih tinggi karena daerah yang memang cukup jauh dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Selain jarak yang jauh, juga sulitnya mendapatkan bensin dari SPBU menggunakan jerigen karena ada pembatasan.

“Dapatnya bensin dengan jerigen sulit sekarang, baru aja SPBU dibuka sudah habis kalau tidak mau antri,” terang salah satu penjual eceran.

Ditempat lain, penjual bensin eceran mengaku tidak semua mematok harga Rp8.000, meski diakui, keuntungan sangat sedikit. Penjual bensin yang satu ini beralasan takut pelangan mengeluh jika belum waktunya naik sudah dinaikan.

” Memang ada yang naik, tapi saya tidak mas, masih Rp7.000. Memang untungnya dikit, ya gak papa wong belum diumumkan kenaikan daripada pelangganya pergi,” ujar penjual bensin eceran warga Kecamatan Kerek yang tidak mau disebut namanya. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.