Kenaikkan BBM Bakal Sengsarakan Nelayan

Nelayan di Tuban
Nelayan di Tuban

kotatuban.com-Nelayan disepanjang pesisir pantai utara Kabupaten Tuban mengaku resah setelah mendengar rencana pemerintah menaikkan harga bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikkan BBM itu direncanakan dalam waktu dekat.

Mereka mengaku khawatir tidak dapat melaut, karena harga BBM untuk bahan bakar perahu mereka tidak terjangkau lagi. Sementara, jika BBM mahal akan membuat harga ikan juga mahal dan dikhawatirkan nelayan kesulitan menjualnya.

“Kalau nelayan di sini berharap tidk ada kenaikan BBM, mau makan apa kita kalau BBM naik terus,” keluh Ahmad Mursidi, nelayan Warga Desa Kradenan, Kecamatan Palang.

Dia mengatakan, saat ini saja harga BBM sudah termasuk tinggi jika dibanding dengan harga ikan hasil tangkapan nelayan. Nelayan kecil (tradisional) terkadang tidak mendapatkan untung yang memadai karena ikan masih dihargai murah oleh pembeli.

“Kenaikan BBM pasti membebani mas, apalagi nelayan perahu kecil seperti kita ini, hasil tidak seberapa masak BBM mau naik,” terang Ahmad Mursidi.

Dikatakan Mursidi yang baru saja menyandarkan perahunya itu, dalam sehari melaut, perahu kecil seperti milikya membutuhkan sedikitnya lima hingga tujuh liter BBM jeis solar. Dengan begitu pengeluaran nelayan untuk BBM berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000. Sementara dalam satu kali melaut nelayan rata-rata hanya menghasilkan ikan  paling banyak 15 kilogram. Hasil itu juga tidak setiap hari didapat. Dengan cuaca yang tidak bersahabat kadang malah tidak mendapatkan ikan.
“Kalau sudah begini mas, ya mau bagaimana lagi, kembali tanpa hasil. Otomatis rugi, lha kalau harga BBM naik tambah rugi lagi,” katanya.

Para nelayan berharap pemerintah lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama kaitanya dengan BBM. Sebab, hal itu akan berdampak sangat berat bagi warga kecil, seperti nelayan. Jika memang harga BBM resmi dinaikkan, pemerintah membuatkan semacam kebijakan khusus bagi nelayan agar dapat membeli BBM dengan harga khusus.

“Kalau untuk nelayan ya jangan dinaikkan lah mas harganya,” harapnya. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.