Pedagang Trompet Mulai Mengais Rezeki

image
Pedagang trompet

kotatuban.com-Pedagang trompet dadakan mulai mendatangi Kabupaten Tuban untuk mencari peruntungan menjelang pergantian tahun 2014. Keberadaan barang yang identik dengan perayaan pergantian tahun baru itu, nampak berwarna-warni menghiasi sejumlah titik seputaran Alun-Alun kota Tuban sejak beberapa hari lalu.

Para pedagang trompet yang sebagian besar adalah pendatang asal luar daerah itu mengaku, jika berdagang trompet hampir setiap tahun dilakukan. Mereka biasanya merupakan perajin yang menjual sendiri trompet buatan mereka dimoment pergantian tahun.

Sebut saja Rano (43), pedagang sekaligus perajin trompet asal Wonogiri, Jawa Tengah. Dia sudah hampir sepuluh tahun setiap menjelang pergantian tahun selalu berjualan trompet di sekitar Alun-Alun Kota Tuban.

“Sudah sekitar 10 tahunan mas berdagang di Tuban,” kata Rano.
Rano tidak sendiri, pria yang akrap dipanggil Nono oleh teman-temanya itu datag bersama rombongan yang berjumlah 15 orang pedagang trompet. Rata-rata pedagang trompet rombongan Nono juga membuat sendiri trompet beragam bentuk yang mereka jual untuk merayakan malam pergantian tahun.

“Banyak mas rombongannya, dari Wonogiri saja barengan ini 15 orang, langsung nyebar di sekitar Alun-Alun. Besok pas pergantian tahun di mana ada keramaian biasanya langsung menyebar,” terang pria yang berangkat bersama istrinya itu.

Untuk harga trompet sendiri, Nono membandrol dengan harga berfariasi. Tujuannya agar pembeli dapat memilih sesuai kebutuhan. Trompet biasa berukuran kecil, dia jual dengan harga Rp5.000, yang sedikit lebih besar dia jual Rp10.000. Sedangkan untuk ukuran yang lebih panjang dengan bentuk menyerupai naga, harganya mulai Rp15.000 hingga Rp25.000, tergantung panjang tompet itu sendiri.
Nono juga mengaku, menjelang pergantian tahun baru, omset yang mampu didapat dari berjualan trompet mencapai Rp4.000.000 hingga Rp5.000.000.

“Ya gak bersih mas, dikurangin beli bahan dan transpotasi dari rumah ke sini. Mudah-mudahan tidak hujan, dan trompetnya habis,” katanya. (kim).

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.