GMNI Tuntut Pemkab Tuban Selesaikan Kasus Agraria

image
Ni tUban saat gelar aksi di buneran Patung Letda Sotjipto

kotatuban.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tuban menggelar aksi demostrasi di bundaran Patung Letda Soecipto, Sabtu (03/10).

Para mahasiswa tersebut menuntut agar semua stekholder yang ada di Kabupaten Tuban melakukan penyelesaian kasus pertambangan yang ada di Bumi Wali ini.

Pantauan kotatuban.com dilapangan belasan aktivis tersebut mengelilingi bundaran patung Letda Soecipto sambil melakukan orasi. Selain itu, para mahasiswa tersebut membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan yang kebetulan melintas diarea demonstrasi tersebut.

”Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk melakukan sidak di daerah-daerah untuk mengidentifikasi tambang-tambang yang terindiksi ilegal. Sehingga, kejadian yang ada di Lumajang gara-gara tambang seorang aktivis lingkungan tewas akibat dianiaya oleh mafia tambang, tidak terjadi di Tuban,” ungkap koordinator aksi Nibrosul Rohid saat melakukan aksi demostrasi.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Tuban, Polres Tuban, dan Pemkab Tuban harus memperhatikan masyarakat yang ada konflik dengan perusahaan. Sehingga, tidak ada masyarakat Tuban yang dirugikan dan ditindas oleh perusahaan.

”Kami meminta seluruh stekholder yang ada di Tuban menyelesaikan sengketa agraria antara masyarakat dengan perusahaan,” tandasnya.

Potensi konflik pertambangan di Tuban sangat tinggi. Mengingat, daerah di Kabupaten Tuban merupakan daerah tambang. Dan banyak perusahaan tambang yang mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) yang ada di Tuban. Sehingga, hal tersebut sangat berpotensi sekali adanya konflik.

‘Makanya sebelum terjadinya konflik akibat pertambangan di Tuban, kami menuntut semua stekholder untuk tegas terhadap pengusaha tambang. Sehingga, kejadian yang ada di Lumajang beberapa waktu lalu tidak terjadi di Tuban,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban