Gunakan Jamkes Pasien ‘Dipulangkan’ dari RSUD Koesma Tuban

image
Munir tergeletak lemah ditunggui ibunys

strong>kotatuban.com – Jaminan kesehatan untuk warga miskin di Kabupaten Tuban yang selalu digembar-gemborkan oleh pemerintah daerah belum terrealisasi. Jangankan untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan yang baik, untuk fasilitas kamar saja sangat sulit didapatkan untuk si miskin.

Seperti yang dialami Miftahul Munir (24), warga Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban saat berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Koesma Tuban.

Munir mengalami sakit sampai beberapa hari di rumahnya. Sampai beberapa hari sakitnya pemuda tersebut tak kunjung sembuh, malah sakitnya semakin parah. Kemudian, Munir dibawa keluarganya ke RSUD Dr Koesma Tuban pada, Minggu (08/11).

”Munir ini kita bawa ke RSUD pada hari Minggu, kemudian hari Selasa kita mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan karena saya sudah tidak kuat menanggung biaya rumah sakit,” terang, orang tua pasien, Nuryati (50), kepada kotatuban.com, Sabtu (14/11).

Menurutnya, SKTM yang diurus di kelurahan baru bisa dipakai pada hari Selasa (10/11) lalu. Sehingga mulai hari Selasa pasien tidak lagi dipungut biaya.

”Tapi baru satu hari menggunakan SKTM, pada hari Rabu (10/11) Munir disuruh pulang. Padahal kondisinya masih lemah,” ungkap perempuan paruh baya penjual sayur keliling tersebut.

Lebih lanjut Nuryati mengatakan, saat itu, petugas RSUD mengatakan kalau kamar yang dipergunakan untuk gantian dengan pasien lain. Juga anaknya dinyatakan sudah sembuh.

”Saat disuruh pulang kondisi anak saya itu masih lemah,” ujar, janda tiga anak ini menjelaskan.

Diketahui, Misbahul Munir saat ini masih tinggal menumpang sekeluarga di rumah salah satu saudara Ibunya. Misbahul Munir  masih kesulitan bergerak, dan terbaring lemah di kasur lantai yang sudah kusam dan lusuh. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban