Harga Beras Berangsur Turun, Operasi Pasar Dihentikan

image
Operasi pasar beras murah (doc)

kotatuban.com-Pemerintah Kabupaten Tuban hentikan) operasi pasar beras murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Diserpar), Kabupaten Tuban,  bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdrive Bojonegoro. Opetasi pasar ini untuk mengatasi lonjakan harga beras selama dua pekan terakhir.

Menurut Kabag Humas Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, penghentian operasi pasar beras tersebut setelah beberapa kali operasi , harga beras di pasaran sudah berangsur turun. Selain itu, penyerapan saat kegiatan operasi pasar juga sudah melamban. Sehingga langkah operasi pasar sudah dianggap berhasil mengendalikan harga dan dapat dihentikan.

“Penyerapan sudah mulai melamban, dan harga di pasaran sudah berangsur turun, sehingga operasi pasar beras murah sudah dihentikan sejak kemarin,” kata Teguh.

Sebelumnya,  pemerintah merencanakan opertasi pasar sejak minggu pertama bulan ini, yakni saat harga beras mengalami lonjakan cukup seknifikan, hingga tanggal 25 mendatang.  Namun baru beberapa hari berjalan, operas pasar sudah memberikan dampak positif  penurunan harga beras.

“Harga beras medium, dipasaran saat itu di atas Rp9.000, dengan kualitas yang sama,  pemerintah memberikan harga Rp7.300 per kilogramnya melalui operasi pasar, untuk kemasan beras 5 kilogram dan 25 kilogram,” terang Kabag Humas.

Adapun harga beras medium di pasaran saat ini sudah turun menjadi Rp8.800 per kg, padahal harga sebelumnya mencapai Rp9.600 hingga Rp10.000 per kg. (kim).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban