Harga Kedelai Naik, Pelaku Usaha Tempe Merugi

image
Pengusaha tempe terus merugi

kotatuban.com-Sejak sepekan terakhir harga kedelai di Kabupaten Tuban, mengalami lonjakan cukup signifikan. Akibatnya, banyak pelaku usaha berbahan dasar kedelai mengaku kesulitan menekan biaya produksi yang semakin tidak terjangkau.

Seperti dialami Tri Wulyani, produsen tempe, warga Keluarahan Sukolilo, Tuban. Sejak harga kedelai mengalami kenaikan dari Rp 6.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 8.000 per kilogram, keuntungan dari industri tempe miliknya merosot.

“Otomatis keuntungan turun, karena harga bahan mahal, produksi tempe juga menurun. Kalau sudah seperti ini jelas keuntungan juga menurun,” kata Wulyani.  

Wulyani menjelaskan, sebelum harga kedelai mengalami kenaikan, dalam satu hari, dia mampu menghabiskan 18 kwintal kedelai untuk memproduksi tempe. Namun, setelah harga kedelai  naik produksi menurun menjadi 12 kwintal. Jika produksi normal keuntungan tempe dalam sehari bisa Rp100.000 hingga Rp200.000, saat ini tak lebih dari Rp100.000 sehari.

“Itu juga udah empet-empetan mas (sudah ditekan semaksimal mungkin untuk menghemat)  karena harga bahan baku naik,” jelas Yani.

Senada dengan Wulyani, produsen tempe lainya bernama Sholikin, mengaku cemas usahanya bakal gulung tikar jika harga kedelai terus naik. Dengan tingginya harga kedelai ini, dia berharap pemerintah memperlunak kebijakan impor kedelai, agar harga kedele bahan baku tempe itu bisa lebih murah. Selain itu, meminta pemerintah kembali memberikan subsidi kedele untuk usaha mikro. 

“Ya kami berharap pada pemerintah kasih subsidi  pada produsen kecil seperti kami ini. Dulu waktu harga kedelai naik disubsidi, sekarang sudah tidak,” keluh Solikin 

Sementara itu, sejumlah produsen tempe mengaku, selama ini untuk membuat tempe masih menggunakan kedelai impor. Menurut mereka, kedele impor lebih menguntungkan lantaran butirannya besar dan lebih putih. Sementara kedele lokal, selain butirannya kecil juga agak kehitam-hitaman.

“Memang menggunakan kedelai impor, soalnya kedelai lokal kurang bagus warnanya, agak hitam jika dibuat tempe,” imbuh Sholikin. (kim).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban