Bupati Tuban : Jangan Gunakan Masjid untuk Berebut Kekuasaan

kotatuban.com-Bupati Tuban Fathul Huda meminta agar para caleg tidak melakukan kampanye di tempat yang dilarang, utamanya tempat ibadah. Penegasan itu disampaikan orang nomor satu di Tuban, karena ada indikasi kuat para caleg justru memanfaatkan tempat ibadah maupun tempat yang dilarang malah digunakan untuk berkampanye.

Bupati Tuban Fathul Huda
Bupati Tuban Fathul Huda

“Tempat ibadah maupun pendidikan itu sangat dilarang untuk kampanye. Lakukan kampanye yang baik dan tanpa melanggar aturan,” tegas Bupati Fathul Huda, Sabtu (8/2) saat diminta tanggapannya terkait dengan pelanggaran zona kampanye.

Ditambahkan Bupati huda, masjid harusnya menjadi tempat beribadah  dan berdoa kepada Allah bukan ajang merebut kekuasaan (politik). Caleg,siapapun dari tingkatan manapun, (DPR,DPD,DPR Provinsi dan DPR RI) jangan menjadikan fasilitas ibadah tempat politik dan berkampanye.

“Masih banyak lokasi lainya, tidak harus tempat ibadah yang jadi sasaran berkampanye. Selain aturanya tidak boleh etikanya juga kurang baik itu kan tempat ibadah,”sambungnya.

Seperti diberitakan, seorang calon anggota DPR RI, diduga membagikan selebaran dan buku doa di masjid Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban. Selebaran itu dibagikan seseorang kepada jamah masjid tersebut usai melaksanakan jamaah sholat jumat,  pada Januari lalu. Dan masalah itu langsung ditangani Panwaslu Kabupaten Tuban. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

2 Comments

  1. maaf pak, yang banyak melanggar tempat ibadah/masjid untuk kampanye mayoritas caleg-caleg PKB dan PPP. Pak Masjid ini masyarakat yang membangun bukan milik NU/PKB/PPP tapi kenapa selalu diatasnamakan orang2 tertentu yang berafiliasi NU/PKB/PPP.

  2. p paijan : ojo gumun lan ojo gelo. Neng ndesaku ono kejadian bhw sekolah MI dan MTS sing ngedekno masyarakat umum, nganggo tanah desa dan dana masyarakat umum, tapi karo pengurus lho diatasnamakan duweke yayasan Ma’arif NU cabang Tuban, lha mestinya kan yayasan milik desa. Jaman iki akeh wong edan nyrobot tanah deso dan aset gedung milik deso diatasnamakan liyo, contone tanah dan gedung dibangun deso kok dadi milik yayasan Ma’arif NU cab Tuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.