Tinggal Dua Desa Belum Cairkan DD

kotatuban.com – Penyerapan Dana Desa (DD) 2016 di Kabupaten Tuban tinggal dua desa yang belum melakukan pencairan, yakni, Desa Talun, Kecamatan Montong dan Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan,

Dengan nyantolnya dua desa itu anggaran DD 2016 untuk Kabupaten Tuban dari pemerintah pusat sebesar Rp 197 miliar belum bisa dicairkan 100 persen.

“Hampir tuntas, masih ada dua desa yang belum mencairkan DD tahun ini. Kami berharap dua desa itu segera bisa mencairkan DD, sehingga, langsung bisa dibelanjakan untuk kepentingan pembangunan,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyaralat, Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) Kabuaetn Tuban, Mahmudi, Kamis (20/10).

Menurut Mahmudi, seluruh DD sudah diserap 309 desa, yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Tuban karena masih dua desa belum menerima transferan. Pencairan ini merupakan pencairan tahap dua sebesar 40 persen dari total anggaran satu tahun, setelah sebelumnya desa mengajukan pencairan 60 persennya tahap pertama.

“Ini yang 40 persen semua sudah ditransfer, kecuali dua desa itu pada tahap dua ini,”katanya.

Kepala Bapemas itu menjelaskan, sejauh ini dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasiona (APBN) itu masih difokuskan pada pembangunan fisik dan infrastruktur oleh desa. Desa-desa masih belum melakukan kegiatan lain dengan DD itu.

“Kebanyakan desa masih fokus pembangunan fisik, pemberdayaan atau kesehatan belum terlalu banyak,” terangnya.

Lanjut Mahmudi, saat ini sebagian desa memang sudah mengalokasikan DD untuk pembangunan pemberdayaan, bahkan kesehatan, diantaranya untuk kegiatan posyandu, atau kegiatan pendidikan lainnya, namun, belum banyak.

“Ada yang digunakan untuk kegiatan posyandu di desa, ini juga boleh, atau untuk pemberdayaan masyarakat, sayangnya masih sangat sedkit,” ungkap Mahmudi.

Bahkan saat ditanya apakah sudah ada desa yang menggunakan baik DD maupun ADD untuk pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes), mahmudi menjawab belum ada sama sekali, meski Bapemas sebenarnya sudah mendorong agar desa memiliki usaha sendiri.

“Itu haknya desa, namun kita coba mendorong mereka membentuk badan usaha, semacam koperasi atau apa yang dapat dimanfaatkan masyaraat di desa itu,” katanya.

Sementara dua desa yang sampa saat ini masih belum mengajukan pencairan, kata Mahmudi masih dalam proses oleh pemerintah desa untuk segera diajukan ke Bapemas.(kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.