Bangunan Semi Permanen Berdiri di Fasilitas Umum

kotatuban.com – Beberapa fasilitas umum di Kabupaten Tuban oleh oknum yang tidak bertanggungjawab digunakan untuk kepentingan pribadi. Sehingga, hal tersebut mengganggu ketertiban umum.

Seperti halnya yang terlihat di sisi jalan masuk Gang Sadar pintu utara, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban. Ditempat tersebut berdiri bangunan semi permanen yang berdiri diatas trotoar. Parahnya lagi bangunan semi permanen tersebut disewakan kepada orang lain.

Camat Tuban, Erkhamni mengaku geram mengetahui diwilayahnya ada oknum yang membangun bangunan semi permanen diatas bahu jalan kemudian disewakan kepada warga lain. Apalagi bangunan semi permanen tersebut menambah kumuh lingkungan karena sebagai tempat pengumpulan barang bekas pemulung.

”Mestinya tidak boleh, membangun bangunan ditempat umum saja salah, ini malah disewakan, salah dua kali itu,” ujarnya.

Menurut Erkhamni, pihaknya akan langsung melakukan penertiban terhadap bangunan kumuh tersebut, karena posisinya berada tepat di sisi jalan masuk gang Sadar pintu utara, turut wilayah Kelurahan Karangsari.

”Secara persuasif kami akan meminta agar penyewanya ini membersihkan barangnya dari sini. Selanjutnya akan dibongkar, kami akan koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman,” terang Camat Tuban saat berada di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban, Sudarmaji, yang ada dilokasi mengaku akan memberikan waktu paling lambat satu minggu, agar tempat tersebut segera dibersihkan, dan bangunannya segera di bongkar agar kawasan tersebut dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

”Kami akan melakukan penataan, nantinya akan kita fungsikan sebagaimana mestinya,” ujar Sudarmaji.

Sementara itu, Lusmarwan, Warga Tegalagung, Kecamatan Semanding, yang merupakan penyewa bangunan mengaku, sudah menempati bangunan tersebut sejak beberapa tahun ini, setiap tahunnya Lusmarwan harus membayar kepada oknum pemberi sewa yang merupakan warga Karangsari sebesar Rp400.000 per tahun.

”Saya tidak tahu namanya yang menyewakan, tai pertahunnya saya sewa Rp400.000,” terang pria tersebut. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban