Warga Bantaran Bengawan Solo Kebanjiran

kotatuban.com- Ketinggian air Bengawan Solo di wilayah Tuban terus meningkat. Sejumlah desa di wilayah bantaran kali terpanjang di Pulau Jawa itu air sudah mulai memasuki  wilayah mereka. Tidak hanya pekarangan, persawahan saja yang kebanjiran. Rumah-rumah penduduk juga sudah mulai kemasukan air meski masih 10 centian tingginya. Bukan hanya itu, halam sekolah juga tergenang air.

Data dari tim BPBD Tuban, sedikitnya sudah ada sekitar 286 hektar lahan sawah yang ada di tiga kecamatan direndam air, uakni, Kecamatan Soko, Rengel dan Plumpang sejak siang sudah terendam air, Sabtu (23/2).

Selain itu luapan air Bengawan Solo juga telah masuk ke rumah warga dan merendam jalan poros desa. Bahkan beberapa halaman sekolah juga ikut tergenang akibat luapan air sungai tersebut.

“Jalan poros desa yang tergenang air sudah bisa dilalui, dan masyarakat diminta untuk tetap waspada,” kata Joko Ludiono, Kepala Pelaksana BPBD Tuban.

Berdasarkan laporan patroli banjir yang dilakukan tim BPBD Tuban pada siang hari di Kecamatan Soko ada tiga desa terdampak. Diantaranya di Desa Menilo jalan poros desa sepanjang 500 meter tergenang air, 50 pekarangan rumah warga tergenang, dan sawah 3 hektar.

“Rata-rata ketinggian air di desa itu mencapai 10 cm,” jelas Joko Ludiono.

Desa Glagahsari sepanjang 3 km jaran poros desa tergenang, 658 pekarangan rumah tergenang, dan 10 rumah tegenang air. Selain itu, satu sekolah SD didesa tersebut juga ikut tergenang dengan ketinggian air rata-rata 10-15 cm.

“Desa Kenongosari ada sawah kurang lebih 3 Ha mulai tergenang air,” terang mantan Camat Grabagan itu.

Selanjutnya, luapan air di Kecamatan Rengel ada tiga desa yang terdampak. Yakni di Desa Tambakrejo ada sawah tergenang sekitar 80 Ha, pekarangan rumah 20 Ha, dan 7 rumah warga, serta satu gedung sekolah sekolah dasar.

Kemudian di Desa Tambakrejo sepanjang 700 meter jalan poros desa tergenang dengan rata-rata ketinggian air 30 sampai 40 cm. Pada Desa Karangtinoto ada sawah tergenang sekitar 70 Ha, pekarangan rumah warga 5 Ha, satu rumah warga, dan halaman sekolah tergenang air.

“Jalan lingkungan desa sekitar 3 kilo meter tergenang air dengan ketinggian 10 – 30 cm,” jelasnya.

Kecamatan Plumpang ada satu desa terdampak yakni Desa Kebomlati. Dilokasi itu areal sawah 60 ha, pekarangan rumah 2 ha, jalan desa , dan satu rumah warga tergenang air.

“Kondisi saat ini belum ada evakuasi warga terdampak, karena hulu tren turun, dan kita masih mantau Widang,” pungkasnya. (ros)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban